Cintai Dunia Ternak Sejak Kecil, Ini Cerita Inspiratif Dari Lulusan Terbaik UNAIR

Infokampus.news – Didikan orang tua sejak kecil memang kerap menancap dalam fikiran seorang anak hingga dewasa. Begitulah yang dirasakan oleh Riska Faradila. Oleh Orang tua sejak kecil, Riska telah dikenalkan dengan hewan ternak, Menjadi awal bagi Mahasiswa Universitas Airlangga (UNAIR) untuk mencintai dunia ternak.

Riska Juga Kuasai Ilmu Manajemen Peternakan

Tidak hanya dikenalkan dengan hewan ternak saja, Riska juga diajarkan tentang manajemen peternakan. Beberapa manajemen pemeliharaan seperti pemberian pakan, perkandangan, pemerahan, penyakit, dan penanganan pascapanen juga diajarkan oleh orang tua Riska kepada dirinya.

“Orang tua saya memiliki usaha peternakan, jadi dari situ saya diajarkan berbagai hal tentang hewan ternak dan cara memeliharanya,” ungkap Riska seperti dilansir dalam Laman UNAIR.

Dengan Basis Pengetahuan Ternak, Riska Ambil Ilmu Kedokteran Hewan di UNAIR

Dekat dengan dunia ternak sejak kecil, Akhirnya membuat Riska memiliki sudut pandangan yang luas mengenai dunia ternak. Riska juga memberi sebuah saran bahwa semestinya peternakan lebih ditekankan ke pakan ternak, produksi ternak, ekonomi peternakan, dan teknologi hasil ternak serta juga penanganan penyakit.

“Oleh karena itu, saya memutuskan untuk mengambil kuliah di FKH dengan tujuan agar dengan ilmu yang saya dapat bisa bermanfaat dan juga dapat mengembangkan usaha-usaha kedepannya,” papar anak pertama dari dua bersaudara itu.

Riska Raih Gelar Wisudawan Terbaik UNAIR

Meski menjalani hal tersebut sembari kuliah, Hal tersebut tidak menyurutkan Riska untuk meraih prestasi. Riska berhasil meraih gelar wisudawan terbaik dengan nilai IPK 3.83. Riska sendii mengangkat judul tesis Karakterisasi Bakterosin yang Diproduksi Bakteri Asam Laktat (BAL) Dari Susu Kuda Sumbawa. Meski demikian, dalam menyelesaikan jenjang S2, Riska mengaku tidaklah mudah, karena sering kali mengalami kegagalan dalam penelitian sehingga harus mengulangi penelitian untuk hasil yang maksimal.

”Saya membutuhkan waktu 8 bulan untuk penelitian, dimana semester 2 saya sudah menyelesaikan semua mata kuliah saya,” ujarnya.

Di akhir, perempuan kelahiran tahun 1992 ini percaya bahwa usaha yang dijalani dengan maksimal dan sungguh akan menghasilkan karya yang terbaik

“Saya percaya bahwa usaha yang maksimal akan membuahkan hasil yang maksimal pula,” tutupnya. (uch)

Berita Terkait

ADV-728_x_90

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Ini 5 Kampus Terbaik di Belanda Untuk Belajar Jurnalistik!

Tak heran banyak sekali negara yang berusaha mengembangkan pendidikan tentang jurnalistik. Salah satunya adalah di Belanda.

Close