Tak Pernah Minta Uang Saku, Beginilah Potret Bahagia Putra Gubernur Jawa Timur Saat di Wisuda

Infokampus.news –  Gubernur Jawa Timur yakni ibu Khofifah Indar Parawansa tak bisa menyembunyikan rasa bahagianya atas keberhasilan anaknya meraih gelar sarjana kedokteran lewat prosesi Wisuda Program Vokasi, Sarjana dan Pascasarjana Univesitas Brawijaya (UB) Malang, Sabtu (27/4/2019).

Berulang kali gubernur perempuan pertama di Jatim itu terlihat tersenyum bangga, sambil sesekali membetulkan topi wisuda yang masih dikenakan anak ketiganya, Yusuf Mannagalli. Menariknya, meski berstatus anak gubernur maupun ketika Khofifah masih menjabat Menteri Sosial, Yusuf tercatat sebagai anak yang mandiri, dalam membiayai kuliahnya, bahkan tak pernah minta uang saku.

Putra Bu Khofifah

Yusuf memilih berwirausaha. Mulai jualan t-shirt (kaus oblong), jajanan kekinian, hingga merintis usaha kos-kosan. “Saya tahunya saat ada masalah sama polisi,” kenang Khofifah sambil tersenyum tipis. Yusuf kena tilang polisi saat mengendari sepeda motor bawa rengkek untuk berjualan t-shirt. Bahkan polisi sempat tak percaya kalau yang ditilang tersebut anak Khofifah.

Wirausaha dipilih Yusuf, karena ingin mendedikasikan profesinya sebagai dokter nanti untuk memberikan pengobatan gratis ke masyarakat. “Dia enggak mau income-nya dari profesi. Dia inginnya dapat income dari wirausaha,” kata Khofifah.

Baca Juga :  Universitas Widyagama Harapkan Berkah dari Dosen yang Berangkat Haji

Sementara Yusuf menuturkan, apa yang dicapai hari ini tak lain karena ibunya. Dia mendapatkan gelar sarjana kedokteran, karena termotivasi mewujudkan cita-cita Khofifah yang ingin anaknya jadi dokter. Padahal, semula dia ingin menjadi pengacara.

“Saya percaya ridha Allah ada pada ridha orang tua, alhamdulillah hari ini bisa terwujud,” kata Yusuf, yang pekan depan mulai mengambil jurusan keprofesian selama dua tahun.

Sementara itu, Gubernur Khofifah memberikan semangat pada para wisudawan.”Saya ingin sampaikan kepada seluruh wisudawan yang baru saja dilepas Universitas Brawijaya, yakinlah bahwa mereka hari ini sangat dibutuhkan oleh bangsa ini,” katanya.

Meski begitu kualitas SDM di berbagi sektor pekerjaan selalu berhadapan dengan daya saing baik secara kualitatif maupun kuantitatif.

“Daya saing tinggi bisa diatasi antara lain kalau SDM kita berkualitas dan secara kuantitatif bisa dipenuhi. Profesi tertentu kita memiliki ahli sangat terbatas, misalnya pakar keuangan Islam sangat dibutuhkan seiring dengan pertumbuhan perbankan syari’ah, lalu juga pakar artificial intelligence kita juga belum banyak. Mereka sangat kita butuhkan tetapi jumlahnya sangat sedikit,” ujar Khofifah. (Jul)

ADV-728_x_90

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *