Tambah 2 Beasiswa Baru, Berikut ini Informasi Seputar Beasiswa Bidikmisi, Difabel dan Atlet

Infokampus.news – Pemerintah melalui Kementerian, Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) menambah dua beasiswa baru bagi calon mahasiswa baru pada tahun 2019. hal ini diperuntukkan Sebagai upaya meningkatkan akses putra-putri Indonesia melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

Beasiswa baru berupa program beasiswa untuk difabel dan atleh, hal ini berdasarkan  keberpihakan Kemenristekdikti guna untuk peningkatan dan pemerataan akses kuliah di perguruan tinggi. Sebelumnya, dari total 7,5 juta mahasiswa di Indonesia, sejauh ini Pemerintah baru dapat mengalokasikan beasiswa bagi 8 persen mahasiswa melalui beasiswa Bidikmisi, Adik Papua dan Daerah 3T serta Beasiswa PPA,” ujar Menristekdikti

Menteri Nasir menambahkan Undang Undang No. 12 tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi mengamanatkan perguruan tinggi negeri (PTN) harus menerima mahasiswa dari kalangan tidak mampu dan daerah 3T minimal 20 persen dari daya tampung. Sejauh ini Kemenristekdikti baru dapat mengalokasikan 8% dari beasiswa kepada mahasiswa, sedangkan 12 persen beasiswa berasal dari upaya PTN. Beasiswa Difabel dan Beasiswa Atlet merupakan langkah Kemenristekdikti untuk meningkatkan jumlah beasiswa Pemerintah menuju 20 persen dari jumlah mahasiswa Indonesia.

Menristekdikti menugaskan PTN untuk mencari mahasiswa difabel yang masuk ke PTN pada tahun ini, sehingga mereka berkuliah mendapatkan beasiswa, mencakup gratis biaya kuliah atau Uang Kuliah Tunggal (UKT) dibebaskan serta biaya hidup bulanan sebesar 1 juta Rupiah. “Kepada pimpinan PTN, saya sudah minta kampus ramah difabel. PTN harus menyiapkan fasilitas untuk memudahkan mahasiswa difabel untuk menempuh kuliah di perguruan tinggi tersebut. Para difabel, skema bantuan yang bisa diberikan, yaitu bagi mereka masuk jalur seleksi yang disiapkan: SNMPTN, ada SBMPTN, dan ujian mandiri PTN,” tutur Menteri Nasir. Turunan dari Permenristekdikti tersebut adalah penyandang disabilitas dalam kategori berikut: tunanetra, tunarungu, tunadaksa, tunagrahita, gangguan komunikasi, lamban belajar, kesulitan belajar spesifik, gangguan spektrum autis, gangguan perhatian dan hiperaktif.

Sementara itu, Beasiswa Mahasiswa Atlet berupa gratis biaya kuliah dan tunjangan prestasi sebesar 1,5 juta Rupiah bagi mahasiswa yang diterima pada program studi terkait olahraga pada PTN Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang menyelenggarakan program studi olahraga. “Perguruan tinggi tersebut, kami akan berikan beasiswa bidang keolahragaan, khususnya atletnya. Saya minta minimal 20 per kampus, tapi outputnya bukan berapa IPK didapat. Saya ingin setiap mahasiswa bisa dapat medali berapa, tingkat apa, apakah tingkat nasional, tingkat internasional,” ungkap Nasir.

Dalam kesempatan sama Menristekdikti mengumumkan akan memberikan Beasiswa Mahasiswa Atlet berupa gratis biaya kuliah dan tunjangan prestasi sebesar 1,5 juta Rupiah bagi mahasiswa yang diterima pada program studi terkait olahraga pada PTN Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang menyelenggarakan program studi olahraga. “Perguruan tinggi tersebut, kami akan berikan beasiswa bidang keolahragaan, khususnya atletnya. Saya minta minimal 20 per kampus, tapi outputnya bukan berapa IPK didapat. Saya ingin setiap mahasiswa bisa dapat medali berapa, tingkat apa, apakah tingkat nasional, tingkat internasional,” ungkap Nasir.

Untuk Beasiswa Bidikmisi, Kemenristekdikti memutuskan menambah penerima beasiswa Bidikmisi dari 90 ribu pada 2018 menjadi 130 ribu pada 2019 serta meningkatkan biaya hidup Bidikmisi dari 600 ribu menjadi 700 ribu per bulan pada tahun ini. (Jul)

 

 

ADV-728_x_90

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *