Tampung Kaum Dhuafa Berkreasi, ‘Kalau Ada Tenaga Manusia, Kenapa Harus Komputer?’

Infokampus.news, Malang – Ada yang berbeda dari stand wirausaha kampus Universitas Brawijaya (UB) pada expo pendidikan beberapa waktu lalu, yap disana terdapat stand yang menjual kain kebaya payet manual khas jawa timur. Seorang ibu paruh baya bernama Wati Sanusi menuturkan kreasi dari produk yang ia pasarkan merupakan hasil dari kreasi seni kaum dhuafa di sekitat rumahnya.

“Iya saya membudayakan kaum dhuafa di sekitar rumah saya di Lawang. Kebetulan kita kan juga ada yayasan workshop disana,” paparnya pada tim infokampus.news.

Anggota dari yayasan yang ia rintis ini tidak hanya beranggotakan kaum dhuafa saja, melainkan banyak juga anak sekolah tingkat SMP dam SMA yang masuk dalam yayasan miliknya.

“Jadi kami mengajarkan membuat payet gitu, kami bikin model lalu mereka buat tapi ya harus latihan dulu. Ini tidak menuntut waktu seharian gitu, jadi anak SMP dan SMA juga ada yang ikut yayasan,” tambahnya.

Disesuaikan Kebutuhan Anggota Yayasan

Wati memaklumi tidak semua orang punya skill untuk membuat payet dan menjahit, maka dari itu ia harus bersabar dalam melatih para anggota dari yayasan tersebut.

“Tidak semua orang hobi jahit, masang payet jadi harus sabar melatihnya. Tapi enaknya ini mengerjakannya di rumah masing-masing, tapi buat yang sudah mahir,” tuturnya.

Disamping itu ia senang mempunyai anggota kaum dhuafa dan juga siswa di sekitar rumahnya untuk mau berkreasi mencari penghasilan, ia mengatakan lebih senang menggunakan tenaga manusia untuk membuat kreasinya daripada menggunakan komputer.

“Kalau pake komputer nanti tidak memanfaatkan tenaga manusia, kalo ini kan tetap menggunakan tenaga manusia. Lagipula kan ini seperti membantu kehidupan ekonomi mereka juga (re: kaum dhuafa),” pungkasnya. (pus)

Berita Terkait

ADV-728_x_90

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Ikuti Arus, UM Tahun Ini Tidak Tambah Kuota Maba

Sesuai dengan anjuran dari Kemenristek Dikti pada semua PTN di Indonesia, tahun 2017 ini UM tidak menambah kuota maba

Close