Tandatangani MOU, Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) UM, Pengprov Pelti Jatim dan KONI Jatim Selenggarakan ITF Play Tennis Course 2019

INFOKAMPUS.NEWS – Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) Universitas Negeri Malang (UM) menyelenggarakan ITF Play Tennis Course 2019 pada 20-23 November 2019. Pelatihan ini merupakan upaya untuk meningkatkan kualitas pelatih tenis di Jatim dan berhasil dilaksanakan berkat kerjasama Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) UM dengan Pengprov Pelti (PP Pelti) Indonesia, Pengprov Pelti Jatim, KONI Jatim.
ITF Play Tennis Course 2019
ITF Play Tennis Course 2019 ini menghadirkan nara sumber yaitu 2 pelatih dari pengurus pusat Pelti Indonesia, Peter dan Martin, beserta seorang konsultan pelatih dari Belanda, Frank Van Fraayenhoven.
Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) UM bekerjasama dengan Pengprov Pelti (PP Pelti) Indonesia, Pengprov Pelti Jatim, KONI Jatim menyelenggarakan ITF Play Tennis Course 2019

 

Kegiatan  pelatihan yang bertema Sukses Organisasi-Sukses Prestasi ini dilakukan selama 4 hari, dimana pesertanya  merupakan perwakilan dari Pengkab dan Pengkot Pelti dari seluruh kota/kab. di Jatim, ditambah para pelatih dari luar Jatim.
Lapangan Tennis Universitas Negeri Malang (UM)
Pelatihan yang diberikan menggunakan kurikulum dari ITF serta berstandar Internasional Kepelatihan Tenis. Tes yang dijalani peserta pelatihan Permainan tenis meja ini  ada 3 instrumen tes, berupa tes tulis maupun praktik. Pelatihan kali ini diikuti oleh 41 peserta dimana peserta yang lulus ujian akan diberikan sertifikat dari ITF.
Federasi Tenis Internasional (International Tennis Federation, ITF) adalah badan pengelola tenis dunia yang terdiri dari 205 asosisasii tenis nasional.Organisasi ini didirikan dengan nama International Lawn Tennis Federation (ILTF) melalui suatu konferensi yang dihadiri oleh 12 asosiasi nasional di Paris,Prancis pada 1 Maret 1913. Pada tahun 1924, ILTF menjadi organisasi resmi yang memiliki otoritas untuk mengendalikan tenis di seluruh dunia. Pada tahun 1977 kata lawn (lapangan rumput) dihilangkan dari namanya, sebagai lambang pengakuan bahwa sebagian besar pertandingan tenis tidak diselenggarakan di lapangan berumput. Pada Perang Dunia II, markas ILTF dipindahkan dari Paris ke London dan terus sampai sekarang.
Selain acara Pelatihan, pada kesempatan yang sama juga dilakukan penandatangan MOU antara FIK UM dengan Pengprov Pelti Jatim. MOU ini diharapkan dapat meningkatkan pembinaan prestasi olahraga, khususnya tenis lapangan. Selain itu, dijalinnya MOU FIK UM dengan seluruh Pengkot/Pengkab Pelti seluruh jatim diharapkan terjadi sinergis antara dunia akademis dengan dunia praktis di masyarakat dalam pembinaan olahraga terutama cabang olahraga tenis lapangan.
Sebelumnya FIK UM telah melakukan kerjasama dengan berbagai institusi dan lembaga, antara lain Kementerian Pemuda dan Olahraga, Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Jawa Timur dalam menyelenggarakan PPLM (Pusat Pendidikan dan Latihan Olahraga Mahasiswa), Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Kerjasama FIK se-Indonesia, serta Kerjasama dengan KONI Kota Malang
FIK UM berdiri pada tahun 2008. Pada saat ini FIK memiliki 4 jurusan dengan 4 program studi S1, 1 program studi S2. Empat Jurusan FIK UM adalah Fakultas Ilmu Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan (PJK), Jurusan Pendidikan Kepelatihan Olahraga (PKO) , Jurusan Ilmu Keolahragaan (IK), dan Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat (IKM). Sedangkan Progam Studi FIK UM antara lain Program Studi S1 Pendidikan Jasmani dan KesehatanProgram Studi S1 Pendidikan Kepelatihan OlahragaProgram Studi S1 Ilmu KeolahragaanProgram Studi S2 Pendidikan Olahraga,  Program Studi S1 Ilmu Kesehatan Masyarakat.
FIK UM sendiri memiliki fasilitas Lapangan tenis indoor dan outdoor dan pernah meraih prestasi menjadi Juara 3 Asean University Games Tingkat Internasional “The 17th Asean University Games” di Palembang, untuk cabang olahraga tenis meja. Pada saat itu, FIK UM diwakili oleh Saudara Mauli Fajar Assidq (Juara II beregu putra), Jotok Adam Harmono (Juara II beregu Putra), dan Diajeng Lia Regita (Juara III beregu putri). (Rfl)
Baca Juga :  Alat Sidik Jari Untuk Deteksi Dini Skizofrenia Buatan Mahasiswa UB Ini Raih Penghargaan Japan Institute of Invention and Innovation

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *