Tata Kota Perkampungan Bisa Dijadikan Model Penataan Kota Di Masa Depan, Ini Pendapat Akademisi UB

IInfokampus.news, Malang – Kehidupan perkampungan sering digambarkan sebagai lingkungan yang kumuh, padat, dan sumpek, sehingga banyak masyarakat yang tidak berminat untuk tinggal di kawasan perkampungan. Namun, ternyata budaya hidup masyarakat perkampungan layak untuk di cermati kembali dan tentu saja terdapat banyak keunikan dalam lingkungannya. Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (UB), Dr. Ir. Soerjono, MTP, menjelaskan keunggulan tersendiri dari pengelolaan dan pembangunan tata kota perkampungan.

Kampung, Wilayah Dengan Kearifan Lokal Terdahulu Di Tengah Perkotaan

Ir.Soerjono mengatakan, perkampungan sendiri merupakan suatu area wilayah masyarakat yang dulunya merupakan daerah pedesaan yang kemudian berubah menjadi wilayah perkotaan namun masih tetap mempertahankan kearifan lokal wilayah tersebut. Karenanya banyak masyarakat yang masih memegang teguh kepercayaan atau wejangan masyarakat terdahulunya.

Baca Juga :  Habibie Ingatkan IABIE Bersatu Membangun Bangsa

“Keunikan dari kampung sendiri adalah kearifan lokalnya. Ditengah kepungan pembangunan kota yang terus gencar, kearifan lokal masih dipegang teguh oleh masyarakat perkampungan yang ada di kota-kota besar tersebut,” Paparnya.

Perkampungan Dinilai Sebagai Zona Keberagamaan Di Perkotaan

Lebih lanjut, kampung juga disampaikan Ir. Soerjono sebagai zona keberagaman. Yang dimaksudkan adalah siapa pun yang tinggal di wilayah tersebut, apapun ras ataupun agamanya, kultur solidaritas dan budaya gotong royong masih dikedepankan masyarakat kampung dalam kehidupan bermasyarakatnya.

“Senada dengan apa yang disampaikan Jane Jacob dalam penelitiannya, kampung-kampung di Indonesia sering di cap sebagai suatu zona keberagaman. Lingkungan kehidupan sosial yang unik ini merpakan sebuah karakter yang tertanam di Indonesia,” Jelasnya.

Baca Juga :  Agar Tidak Salah, Simak Prosedur Pendaftaran Polinema Jalur PMDK-PN 2017!
Akademisi UB : Harus Ada Riset Lebih Lanjut Terkait Kampung

Dengan budaya keberagaman serta gotong royong tersebut, untuk itulah Ir.Soerjono merekomendasikan untuk meneliti lebih lanjut kehidupan perkampungan. Baik dilihat dari sisi budaya, kehidupan sosial, perekonomian, dirinya yakin kampung metupakan salah satu ruang kota yang harus dikembangkan dan dikelola, bukan justru malah dihilangkan.

“Harus ada riset dan penelitian lebih lanjut terkait perkampungan ini. Karena kampung sudah menjadi bukti nyata sebuah keselarasan dan kemapanan suatu wilayah kota dengan mengedepankan unsur-unsur seperti kekompakan, kepadatan, dan akses wilayah. Kampung bisa menjadi model dari pola pembangunan baru di era posmodern dan era perkotaan baru,” Pungkasnya. (uch)

 

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan / Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Dorong Daerah Sebagai Pusat Pembangunan, Ini Kata Bupati Trenggalek

Bupati Trenggalek. Emil Dardak menyampaikan beberapa pandanganya terkait pembangunan masyarakat wilayah domestik atau pedesaan.

Close