Teknologi Perbankan Semakin Maju, Simak Tips Ini Agar tak Ketinggalan Jaman!

Infokampus.news – Era perkembangan teknologi perbankan yang semakin maju saat ini berdampak pada porak-porandanya lanskap proses bisnis yang berlaku di era sebelumnya. Kegiatan yang terjadi pada industri perbankan, yang semula dilakukan secara manual sekarang berubah dilakukan secara digital.
Tak heran jika saat ini teknologi digital maupun kecerdasan buatan digunakan secara masif. “Oleh sebab itu, Indonesia perlu memiliki sumber daya manusia yang berkualitas untuk mengimbangi perkembangan yang sangat pesat ini.” Tukas Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNISMA Ibu Nur Diana Dalam Guest Lecture Oppurtunities and Challenges of  Digital Transformation in Banking Industry yang digelar hari ini (18/7).
Menurutnya setiap perguruan tinggi saat ini harus melakukan continuous improvement diantaranya meramu kurikulum yang sejalan dengan perkembangan digital ekonomi dan proses pembelajaran yang up to date. “Untuk masuk di dunia tersebut kita harus menambah kemampuan statistik dan coding karena semua bidang akan menggunakan digital infrastruktur ini untuk menyelesaikan berbagai persoalan.” Ungkapnya.
Wijayanto Wongsodipuro dari PT. BRI Syariah juga mengungkapkan dalam praktinya digitalisasi industri perbankan dalam kemajuan teknologi ini bisa menjadi tantangan namun juga bisa menjadi Threat (re: ancaman) jika tidak dimanfaatkan dengan efektif. Para mahasiswa dalam seminar ini juga diajak lebih dalam untuk mengenal dan memahami era perbankan yang baru ini agar tidak ketinggalan jaman.
“Namun saat ini, saya melihat  beberapa industeri perbankan  telah memanfaatkan era digital ini sebagai opportunity”. Tutup Wijayanto. (Pus/ Hum)
Sumber: Humas UNISMA

Berita Terkait

ADV-728_x_90

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read previous post:
prodi s1 keperawatan
PTN dengan Prodi S1 Keperawatan dan Akreditasinya

Infokampus.news - Dunia medis selalu membutuhkan orang-orang baru, sebab pertumbuhan penduduk pun semakin tak terkendali. Salah satu pekerja medis yang

Close