Teladani Kisah Hidup Panglima TNI Hadi Tjahjanto Lewat Buku “Anak Sersan Jadi Panglima”. Inspiratif!

Infokampus.news, Malang – Perjalanan hidup seorang tokoh besar tidak semata-mata dilalui dengan mudah. Perlu perjuangan ekstra keras dari titik terendah untuk meraih apresiasi setinggi langit. Hal inilah yang dialami oleh Marsekal Hadi Tjahjanto yang kini menjabat sebagai Panglima TNI. Perjalanan hidup Panglima TNI Hadi hingga menyentuh karirnya saat ini diabadikan dalam buku yang berjudul “Anak Sersan Jadi Panglima”.

Sebagai tokoh besar yang berasal dari Malang, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Brawijaya (FISIP UB) bekerjasama dengan Kompas Gramedia mengadakan seminar dan bedah buku “Anak Sersan Jadi Panglima” yang dihadiri oleh Edy Suprapto selaku penulis buku dan teman dekat Panglima, Kolonel Wahyu Tjahjadi selaku adik dari Panglima, dan Anang Sujoko S.Sos., M.Si., D.COMM selaku pakar komunikasi politik. Acara ini diadakan pada hari Kamis (8/3) bertempat di Auditorium Nuswantara FISIP UB.

Edy Suprapto selaku penulis ini memaparkan alasan mengapa ia memilih figur temannya sebagai bahan menulis. Menurutnya, Panglima TNI Hadi merupakan sosok yang andhap asor dan sangat merepresentasikan pemimpin yang memiliki jiwa local wisdom.

“Panglima Hadi ini merupakan sosok pemimpin yang sederhana, andhap asor. Bahkan ketika saya minta izin untuk menulis tentang dia, dia merasa malu sekaligus takut dikira mencari popularitas. Namun saya meyakinkan Panglima bahwa kehidupannya layak diceritakan karena sangat inspiratif. Seperti Abrahan Lincoln,” ujar Eddy yang juga merupakan seorang jurnalis.

Hal serupa turut diamini oleh Anang Sujoko selaku pakar komunikasi politik. Menurut Anang, kesederhanaan yang ditunjukkan oleh panglima TNI ini merupakan buah dari komunikasi keluarga yang didapatkan Panglima sewaktu masih muda. Kondisi hidup yang serba terbatas membuatnya memiliki ikatan psikis yang sangat kuat dengan keluarganya. Dalam satu cerita, setiap perubahan karier yang dialaminya akan selalu dimintakan restu pada orang tuanya terlebih dahulu. Selain itu, ia juga menghormati anggota TNI yang lebih tua dengan panggilan “Pak” atau “Oom” yang notabene pangkatnya lebih rendah darinya. “Ini merupakan suatu gebrakan bagus dalam birokrasi lingkungan elitis TNI yang sarat akan nilai-nilai budaya Indonesia,” tutur Anang yang juga menjabat sebagai Pembantu Dekan II FISIP UB.

Panglima TNI Hadi Sebagai Kebanggaan Keluarga dan Teman-teman

Sosok Panglima TNI Hadi yang inspiratif tak hanya mengilhami Eddy untuk dijadikan dalam buku, tapi juga menginspirasi teman-teman dan juga almamaternya di SMAN 1 Lawang. Pada acara yang turut menghadirkan teman-teman Panglima Hadi dan siswa-siswi SMAN 1 Lawang ini, banyak kesan baik yang ditinggalkan Hadi di mata teman-temannya.

“Pak Hadi ini adalah orang yang selalu peduli pada teman-temannya. Ada acara di Jakarta teman-temannya juga diundang. Kalau dia ke Malang selalu disempatkan berkumpul,” ujar salah satu teman se-SMA Panglima Hadi.

Kebanggaan lain juga dilontarkan oleh Kirana, salah satu siswa SMAN 1 Malang yang turut hadir pada hari itu. Menurutnya, adalah suatu kebanggaan tersendiri memiliki kakak kelas yang sukses. “Pak Hadi memotivasi saya dan teman-teman untuk meraih prestasi lebih tinggi,” kata Kirana. (sig)

Leave a Reply

Your email address will not be published.