Teliti Khasiat Serai dan Minyak Atsiri, Professor Ini Kembangkan Institut Atsiri UB

INFOKAMPUS.NEWS –  Prof. Warsito, guru besar UB yang dikukuhkan tanggal 4 Desember 2019 ini merupakan professor di bidang Ilmu Kimia Organik Universitas Brawijaya (UB) Malang. Ia meneliti tentang kandungan-kandungan dari sereh wangi. Warsito yang juga merupakan Wakil Direktur Institut Atsiri UB ini berharap, minyak sereh wangi bisa diolah menjadi bahan baku obat.

“Ke depan, semoga dapat mengangkat derajat para petani minyak sereh wangi. Sekaligus juga akan meningkatkan kesehatan dari masyarakat Indonesia,” ungkapnya.

Warsito menekankan pada kandungan minyak atsiri sebagai bahan baku obat dan sintesis obat.Warsito mengatakan, komponen sereh wangi yang diolah menjadi  minyak atsiri  memiliki potensi besar sebagai bahan dasar obat.  “Minyak yang secara alami terdapat dalam berbagai tumbuh-tumbuhan tersebut dapat digunakan untuk obat tradisional dan berkhasiat seperti antiseptik, anti-mikroba, anti-flamasi hingga antipiretik,” sebutnya.

Produk Institut Atsiri UB

Warsito menguraikan, minyak atsiri tersusun lebih dari 10-20 komponen. Di dalam komponen itu ada komponen mayor. Komponen mayor secara kimiawi dianggap sebagai komponen kunci dalam proses simbiosis.

Minyak atsiri merupakan salah satu jenis metabolit sekunder yang secara konvensional dapat diperoleh dengan cara hidrodistilasi atau distilasi uap atau essential oil. Caranya dengan mengolah tumbuh-tumbuhan untuk memperoleh minyak saripatinya.

“Minyak atsiri dapat digunakan menjadi bahan dasar sintesis sebagai bahan baku obat,” paparnya.

Sereh wangi atau serai memiliki  nama ilmiah Cymbopogor nardus memiliki berbagai manfaat. Mulai dari menangkal depresi hingga anti-kanker.

Teknik sintesis banyak ditemukan berdasarkan struktur dasar dari komponen atsiri. Contohnya dalam minyak gondopuro mengandung komponen metil salisilat, kandungannya mencapai 98 persen.

“Komponen metil salisilat itu kalau saya cermati di sana ada 3 pusat reaksi. Dalam 3 pusat reaksi ada gugus fungsionalnya,” tutur Warsito.

Dengan mengolah 3 gugus fungsional itu, dapat diperoleh berbagai macam obat anti-flamasi. Termasuk salah satu obat anti-flamasi adalah aspirin. Fungsi aspirin selain sebagai penurun panas, akhir-akhir ini juga bisa digunakan untuk mengencerkan darah dan membantu pengobatan jantung.

Warsito menyatakan bahwa minyak atsiri yang lain juga dari cengkeh yang memiliki komponen utama yaitu eugenol. Eugenol di dalam minyak cengkeh mencapai 62 persen.

“Senyawa turunan eugenol antara lain asetil eugenol, benzotil eugenol yang bisa menjadi obat anti lesmanial. Yaitu untuk pengobatan ketika antibodi dalam tubuh kita menurun,” paparnya.

Eugenol juga bisa digunakan sebagai bahan baku obat dopa. Obat dopa, populer digunakan untuk penyembuhan parkinson. Jadi orang yang tremor, dapat disembuhkan dengan senyawa eugenol.

“Selain minyak atsiri, minyak sereh wangi juga dapat menjadi bahan baku obat,” tambahnya. Di dalam minyak sereh wangi, terdapat komponen mayor yang disebut sitronela. Dari kajian ilmiah, sitronela ini dapat dibuat senyawa turunan yang berfungsi sebagai antioksidan, anti-bakteri, anti-depresan atau mengendalikan depresi dan bahkan anti-kanker. (Rfl)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *