Tempat Parkir Resmi Makin Ramai

Infokampus.news, Malang – Dampak yang terasa dari semakin tegasnya peraturan parkir itu adalah suasana area parkir resmi yang telah ditentukan oleh Universitas Negeri Malang (UM). Di area-area parkir itu terlihat jumlah sepeda motor semakin berjubal. Bahkan kadang ada beberapa mahasiswa yang harus parkir agak jauh dari tempat perkuliahannya.

Salah satu contohnya adalah di area sebelah selatan Gedung Sasana Budaya. Area yang dulunya hanya menjadi lahan parkir para tamu acara gedung Sasana Budaya kini terlihat selalu dipenuhi oleh kendaraan bermotor para mahasiswa pula.

Di siang hari dapat dijumpai ribuan mahasiswa dengan rapi menitipkan kendaraan bermotor mereka. Perlu diketahui, untuk parkir di tempat parkir resmi ini tidak dipungut biaya sepeser pun alias gratis.

Bahkan kini area rerumputan yang ada di belakang gedung itu juga menjadi tempat para mahasiswa menitipkan sepeda motor mereka saat sedang melakukan kegiatan akademis di kampus.

“Daripada digembos, lebih baik parkir di sini (tempat parkir resmi),” tutur Harsono Ryo, mahasiswa Jurusan Teknik Otomotif.

Masih Banyak Yang Tidak Parkir Resmi

Walau sudah diperingatkan dengan berbagai cara dan sejumlah spanduk pengumuman sudah terpasang, bahkan dengan menggratiskan biaya parkir di tempat-tempat parkir resmi, buktinya masih saja ada mahasiswa yang melanggar peraturan itu. Namun entah bagaimana mereka bisa selamat dari penggembosan dan penggembokan itu.

Terllihat di jalanan area fakultas sastra, beberapa kendaraan baik itu roda dua maupun roda empat parkir sembarangan, bahkan parkir tepat di samping plang pengumuman larangan parkir.

Padahal tidak jauh dari jalanan tersebut terdapat pos satuan pengamanan (satpam) yang mengawal gerbang masuk UM via Jl Ambarawa.  Para petugas pengaman kampus tersebut juga terlihat masih ada dan aktif di pos tersebut. (ART)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan / Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Mahasiswa Pengusaha Media Sosial

Beberapa orang ini memiliki inisiatif untuk menjadi pengusaha media sosial dan menjadikannya tambang emas.

Close