Temui Massa Aksi Brawijaya Menggugat, Rektor UB Janji Akan Tindak Lanjuti 10 Tuntutan Yang Diberikan Demonstran

Infokampus.news, Malang – Menanggapi tuntutan dari masa aksi brawijaya menggugat yang terdiri dari Aliansi Mahasiswa Brawijaya, Rektor Universitas Brawijaya Prof. Dr. Ir. Mohammad Bisri, MS menyatakan bahwa Total sepuluh tuntutan yang diajukan oleh massa aksi sudah di tinjau dan dirinya setujui untuk dikemudian dikaji lebih lanjut kepada pemangku kebijakan terkait. Namun, salah satu tuntutan yaitu tidak dikenakannya biaya UKT bagi mahasiswa diatas semester 8 harus dibicarakan terlebih dahulu dalam forum dekanat di semua fakultas.

Rektor Akan Agendakan Pertemuan Dengan Dekanat Se-UB Bahas Tuntutan Massa Aksi Brawijaya Menggugat

Untuk itu, Prof. Bisri mengaku akan mengagendakan pertemuan antara Wakil Rektor II dan Dekanat Se-UB untuk membicarakan perihal lebih lanjut dalam masalah Pembatasan UKT untuk 8 Semester tersebut.

“Dalam satu atau dua minggu ini akan segera diagendakan pertemuan untuk membahas masalah ini, Insyaallah didoakan saja agar untuk semester 9 dan seterusnya tidak dikenakan UKT,” Paparnya.

Terkait PTN BH, Mahasiswa Akan Lebih Dilibatkan Dalam Kajian 

Sementara itu, Untuk tuntutan massa aksi terkait penolakan PTN-BH, Prof. Bisri mengaku akan lebih melibatkan mahasiswa dalam pengkajian terkait PTN-BH ini. Diungkapkannya, Mahasiswa akan berusaha diikutkan dalam kajian pihak universitas dengan kementrian terkait tentang PTN-BH. Namun, dirinya membantah bahwa akan terjadi kenaikan UKT bila UB menjadi PTN-BH.

“Sebetulnya jika UB menjadi PTN-BH tidak akan terjadi perubahan banyak, cuma pemberian otonomi lebih luas saja ke Universitas. Untuk UKT sendiri tidak akan ada kenaikan, tidak ada itu wacana tersebut. UKT tidak naik,” Ujarnya.

Pernyataan Rektor Harus Terus Dikawal

Usai ditemui Rektor UB tersebut massa aksi pun langsung membubarkan diri. Namun, menurut koordinator aksi, Lambang Aji, pernyataan rektor UB tersebut masih harus terus dikawal agar hak-hak pendidikan yang diserukan massa aksi tidak lagi dipersulit oleh penyelenggara pendidikan.

“Masih harus terus dikawal agar tuntutan tersebut benar benar direalisasikan oleh rektorat,” Ungkapnya. (uch)

 

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Ini Prediksi Jumlah Peminat Universitas Syiah Kuala Pada SBMPTN 2017!

Universitas Syiah Kuala adalah perguruan tinggi negeri di Banda Aceh, Indonesia, yang berdiri pada 2 September 1961

Close