Tepis Hoax, 1.222 Calon Wisudawan UNIKAMA Berstatus Sah!

Infokampus.news, Malang – Rektor Universitas Kanjuruhan Malang (UNIKAMA) Dr. Pieter Sahertian, M.Si., menepis tuduhan PLT PPLP-PT PGRI, Drs. Selamet Riyadi, MM. atas tidak sahnya 1.222 calon wisudawan yang akan diwisuda tanggal 13-14 Oktober mendatang. Ditemui dalam konferensi pers yang digelar pagi tadi (8/10), rektor menyebut ijazah tersebut sudah ditandatangani oleh rektor bersamaan dengan proses yudisium yang sudah digelar 29 Agustus silam.

Dirinya berharap para calon wisudawan maupun masyarakat luas agar tidak terpengaruh oleh hoax tersebut.

“Setelah yudisium itu, LLDikti minta PT laporkan nama-nama yang akan wisuda dan per tanggal 19 September kami sudah mendapat verifikasi dari Dikti. Bahkan kalau mau melihat di web mereka sudah punya nomor induk ijazah semuanya. Memang ada beberapa yang datanya harus diverifikasi ulang, tapi semua sudah clear sekarang,” tukas Pieter.

Jadi isu yang beredar di masyarakat jika ijazah tidak ditandatangani oleh pjs rektor pilihan PLT PPLP-PT PGRI berarti tidak sah, hanya hoax belaka. “Ya mereka asal bunyi saja, tidak tahu prosedur yang seharusnya,” tegas Dr. Sudi Dul Aji, M.Si. Wakil Rektor I UNIKAMA menambahkan.

Baca Juga :  Kominfo Larang 11 Data Ini Disebar di Media Sosial

Selain itu jika PLT ingin pjs rektor pilihannya yang menandatangani ijazah, rektor tersebut harus menjadi rektor definitif alias rektor yang telah diverifikasi dan direkomendasikan oleh senat UNIKAMA. Padahal hingga berita ini diterbitkan senat tidak pernah mengeluarkan rekomendasi tersebut.

Penggelapan Dana Oleh Rektor, Dana yang Mana?

Selain itu tuduhan dan gugatan lain yang dilayangkan pihak PLT PPLP-PT PGRI pada rektor UNIKAMA Dr. Pieter Sahertian, M.Si. patut dipertanyakan. Pieter dituduh melakukan pemindahan dana ke rekening pribadi, padahal rekening tersebut adalah rekening yang memang ‘turun-temurun’ dari rektor terdahulu.
Dana tersebut juga tidak diambil sendiri oleh Pieter, melainkan harus melalui persetujuan Wakil Rektor II dan diterima langsung oleh bagian keuangan. “Rektor tidak bisa mencairkan sendiri, kita punya yang namanya RKAT nah ya berdasarkan itu juga mengambilnya. Pelaporan pun juga jelas dan harus sesuai perencanaan semuanya digunakan untuk operasional akademik,” papar Wakil Rektor II Henny Leondro S.Pt., M.P.

Justru saat beberapa bulan lalu rekening UNIKAMA dibekukan, pembayaran dosen, karyawan, dan keperluan lain kampus masih ditanggung oleh ketua PPLP-PT PGRI UNIKAMA, Suja’i. “Malah ada sekitar 200 mahasiswa baru yang diarahkan membayar ke rekening baru Christea. Ada juga dana P3T yang dibawa oleh mereka, jadi kira-kira 700 juta totalnya keseluruhan. Tidak ada sepeser pun yang digunakan operasional akademik. Karena selama ini yang mengeluarkan biaya operasional masih dari pak Suja’i,” terang Pieter.

Baca Juga :  Kampus Unikama Bakal Terima 2000 Mahasiswa Baru di Tahun 2022

Namun hingga saat ini pihaknya masih belum ingin memperkarakan kasus ini ke ranah hukum. “Kita masih ingin menuntaskan semuanya dulu,” tambahnya. (Pus)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *