Terdampak Covid-19, Aliansi Mahasiswa Bergerak UMM Ungkap Aspirasi

INFOKAMPUS.NEWS –  Aliansi Mahasiswa Bergerak UMM, menyampaikan aspirasi kepada birokrasi kampus melalui Surat Terbuka yang ditanda tangani oleh mahasiswa dari berbagai jurusan di UMM.

Beberapa waktu belakangan ini,  semua mengalami dampak berat dari wabah global yang sedang terjadi. Pandemi Covid-19 yang menimpa dunia khususnya di Indonesia telah memberi dampak yang serius terhadap beberapa aspek seperti ekonomi, politik, sosial, ketahanan nasional bahkan aspek pendidikan.

Pemerintah pusat maupun daerah telah melakukan banyak  pencegahan demi meminimalisir dampak Pandemi
ini.

Aliansi Mahasiswa Bergerak UMM merasakan sebagai mahasiswa khususnya di Universitas Muhammadiyah Malang adalah kebijakan yang di ambil dalam surat edaran Universitas Muhammadiyah Malang Nomor E.6.D/540/UMM/III/2020 tentang seluruh kegiatan belajar mengajar di laksanakan secara online atau daring
sampai akhir Semester Genap Tahun Akademik 2019/2020.

Dalam Surat Terbuka tersebut Aliansi Mahasiswa Bergerak UMM menyampaikan bahwa sebagai mahasiswa yang beretika dan berpendidikan, mereka sangat mendukung kebijakan Rektor demi kebaikan semua.

Selain itu , Aliansi Mahasiswa Bergerak UMM juga menaruh harapan yang tinggi kepada Rektor untuk mendengar dan mengkaji serta mengambil kebijakan ulang dari aspirasi dan kegelisahan yang
Aliansi Mahasiswa Bergerak UMM rasakan.

Proses perkuliahan daring memang salah satu solusi yang tepat bagi  guna memutus rantai penyebaran Covid-19. Namun, dalam pelaksanaannya perkuliahan secara online tak semudah dan tak seefesien yang dibayangkan.

Kebutuhan fasilitas yang paling mendasar dalam perkuliahan seperti biasa adalah fasilitas yang disediakan kampus.

Aliansi Mahasiswa Bergerak UMM berharap dalam perkuliahan online dapat mendapatkan kebutuhan dasar perkuliahan online  yang paling mendasar yakni kuota dan platform penunjang.

Selain itu, Aliansi Mahasiswa Bergerak UMM, merasakan SOP dari perkuliahan daring ini membuat proses pembelajaran online tidak seperti perkuliahan biasa. Banyak dosen lebih memberikan tugas secara maraton sehingga hampir semua mahasiswa keteteran dalam mengerjakannya.

 

Aliansi Mahasiswa Bergerak UMM menyampaikan permintaan kepada pihak kampus untuk membentuk SOP (Standar Operasional Prosedur) resmi dari pihak universitas yang diturunkan kepada masing-masing fakultas guna disesuaikan dengan RPS (Rencana Pembelajaran Semester) yang telah di sepakati untuk Perkuliahan Daring.

Selanjutnya Aliansi Mahasiswa Bergerak UMM berharap akan adanya platform khusus yang dapat di akses oleh seluruh kalangan, diharapkan platform tersebut tidak memberatkan dosen maupun mahasiswa guna menunjang proses belajar mengajar yang lebih
efektif.

Selanjutnya Aliansi Mahasiswa Bergerak UMM berharap pihak Kampus dapat memberikan kompensasi berupa subsidi pulsa sebesar Rp150.000 – Rp200.000 disetiap bulannya,
terhitung sejak bulan Maret hingga akhir Semester Genap.

Aliansi Mahasiswa Bergerak UMM  mengharapkan bantuan bahan pokok secara merata untuk mahasiswa UMM yang membutuhkan dari pihak Universitas.

Dalam surat terbuka tersebut, Mahasiswa UMM  juga menyampaikan dukungannya atas kebijakan dan program-program Universitas Muhammadiyah Malang yang berkaitan dengan kesejahteraan mahasiswa dan seluruh elemen universitas demi menjunjung tinggi Tri Dharma Perguruan Tinggi. (Tam)

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *