Terinspirasi Skywalk di Luar Negeri, Akan Segera Hadir Canopy Walk UB Forest Pertama di Malang!

Infokampus.news, Malang – Terinspirasi dari sky walk yang ada di banyak negara maju seperti New Zealand dan Amerika, pembangunan Canopy Walk UB Forest resmi mulai digarap hari ini (31/7). Jembatan kaca yang nantinya akan menguhubungkan dua desa yakni Desa Sumbersari dan Sumberwangi kabupaten Malang dengan total panjang sekitar 3 kilometer ini ide awalnya akan difungsikan sebagai sarana untuk mempermudah riset.
“Ini keperluan penelitian ya, tidak gagah-gagahan saja. Tapi orientasinya memang untuk keperluan penelitian agar lebih mudah observasi dari atas bisa melihat flora fauna di posisi ini.” Tukas Prof. Eko Ganis S., Direktur Universitas Brawijaya Forest saat memberikan sambutan pagi ini.
Untuk sisi penguatan sosial, nantinya UB forest akan dikembangkan menjadi ekowisata, yakni sebuah konsep wisata berbasis konservasi alam. “Ini merupakan titik awal, pemicunya lah, yaitu pembangunan Canopy Walk ini yang bekerjasama dengan PT.JAPFA. Karena masyarakat ini perlu wisata yang sehat juga, disini udara bersih, segar, sejuk, jauh dari perkotaan.” Tambah rektor UB Prof. Dr. Nuhfil Hanani pada wartawan
canopy walk ub forest
Rektor UB, Prof. Dr. Nuhfil meletakkan semen pertama pembangunan Canopy Walk UB Forest
Jembatan yang membentang dari Desa Sumbersari ke Desa Sumberwangi sejauh 1,5 kilometer dan berbalik dari Desa Sumberwangi ke Desa Sumbersari sejauh 1.7 km ini diklaim nantinya akan menjadi jembatan layang yang berada di atas hutan pertama di Malang Raya. Jembatan ini sendiri menghabiskan dana pembangunan sebesar 350 juta rupiah.
Pihaknya berharap penyelesaian jembatan ini hanya memakan waktu kurang dari 1 tahun saja, karena Sky Walk UB Forest ini adalah jawaban dari kebutuhan para civitas akademik UB akan lahan observasi, pengajaran dan juga pemberdayaan masyarakat sekitar. “Bahkan di desa Sumbersari kami membuat pusat pengolahan kopi yang tahun ini perkiraan kami memproduksi 50 ton kopi Arjuno UB Forest. Kami berdayakan masyarakat sekitar untuk proses panen, perawatan dan produksi kopi, selain itu kami juga latih mereka mengolah limbah kopi.” Tutup Direktur UB Forest. (Pus)

Berita Terkait

  • Sejak tahun 2006 tim farmalogis Universitas Brawijaya mengadakan penelitian untuk tanaman jamu ciplukan yang ternyata memiliki banyak khasiat
  • Infokampus.news, Malang - Hutan pendidikan Universitas Brawijaya atau UB Forest diresmikan hari ini, Senin, (19/9/2016). Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Rektor UB Prof. Dr. Ir. Bisri MS, dan dihadiri oleh Bupati Malang Rendra Kresna, kementerian lingkungan hidup, segenap jajaran kepala dinas Propinsi Jawa Timur, serta 700 perwakilan mahasiswa UB lintas disiplin ilmu. Hutan yang terletak di lereng Gunung Arjuna di atas ketinggian 1200 mdpl ini lahir pada tanggal 31…
  • Infokampus.news, Malang - UB-Forest, hutan pendidikan Universitas Brawijaya (UB) akan segera diresmikan dalam waktu dekat. Sejumlah civitas akademika dari keilmuan terkait seperti Fakultas Pertanian (FP), Fakultas Peternakan (Fapet), Fakultas Ilmu Administrasi (FIA) berkumpul untuk memnyampaikan usulan dan master plan yang akan diterapkan pada hutan pendidikan tersebut. "Hari ini perwakilan tiap fakultas hadir untuk menyampaikan usulan dan masterplan baru launching UB Forest nanti tanggal 19 September," kata Ketua Pengelola UB Forest…

ADV-728_x_90

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read previous post:
Seperti Ini Lho Kurikulum Baru Universitas Negeri Malang yang Akan Dimulai Tahun 2018!

Kurikulum baru yang dirintis oleh Universitas Negeri Malang terbilang cukup inovatif dan sangat berbeda dengan kurikulum yang ada sebelumnya. Diberi...

Close