Banyak Diklaim Asing, Tanaman Obat Suku Tengger ini Jadi Target Tia

Infokampus.news – Belakangan ini marak gaya hidup back to nature dengan mengkonsumsi segala sesuatu yang berbau herbal, baik untuk asupan gizi maupun obat-obatan. Fenomena ini ditangkap oleh Tia Wulandari, dara manis kelahiran Banjarbaru, mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Widyagama Malang semester enam. Tak tanggung-tanggung, lokasi tanaman obat yang dibidik adalah daerah Tengger.

“Wilayah ini dengan pemandangan indah Bromonya, sering dikunjungi wisatawan asing. Rupanya mereka tidak hanya menikmati keindahan alamnya, mereka juga tahu bahwa di daerah cagar budaya ini banyak tumbuh aneka tanaman yang di antaranya dapat dimanfaatkan sebagai tanaman obat. Mereka mengambilnya tanpa izin kemudian mengembangkan di negaranya dan mengklaim bahwa tanaman tersebut adalah tanaman asli negaranya,” ujar Tia dengan ekspresi kegeraman yang tidak dapat ditutupi dari wajah cantiknya. “Ini tidak bisa dibiarkan. Wilayah Tengger dengan segala budayanya harus mendapat perlindungan dari berbagai sisi,” tambahnya.

Dengan menggandeng Wahyu Nur Arifin dan Krisna, Tia menemukan pembimbing yang tepat untuk proposal Program Kreativitas Mahasiswa Penelitian Sosial Humaniora (PKM PSH) timnya, yaitu Dr. Purnawan Dwikora Negara, S.H., M.H., pegiat lingkungan yang juga Dekan Fakultas Hukum Kampus Inovasi UWG. “Saya agak kesulitan mencari bahan dan peraturan daerah yang mengatur lebih detail mengenai perlindungan hukum terhadap tanaman obat ini,” cerita gadis ber IPK 3.95, putri bungsu pasangan Imam Maskoed dan Yetriani Migang yang hobi basket ini.

Bimbingan Pupung (demikian Purnawan DN lebih dikenal), berhasil mengantarkan Tia lolos seleksi dengan judul gagasannya Perlindungan Hukum terhadap Etnofarmakologi Tanaman Obat Suku Tengger dari Biopiracy bagi Kepentingan Industrialisasi Farmasi. Setelah pengumuman lolosnya gagasan ini, langkah yang akan diambil oleh Tia dan timnya adalah mempersiapkan bahan dan mencari informasi sebanyak-banyaknya untuk menindaklanjuti PKM PSH-nya. Dara tinggi semampai yang pernah merasakan Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) ini berharap ilmunya dapat bermanfaat khususnya untuk masyarakat Suku Tengger dan kita semua tergerak untuk ikut menjaga tanaman obat yang menjadi bagian dari kekayaan hayati Bumi Nusantara ini. (sig)

Berita Terkait

  • Sabtu kemarin, 17 Maret 2018, bertempat di conference room, level 2, Main Administration Building Universitas Brunei Darussalam, UNISMA melakukan pertemuan antara Delegasi UNISMA
  • Infokampus.news - Selera rakyat Indonesia memang tidak jauh-jauh dari makanan pedas, sebab selain mempunyai banyak resep tradisional yang turun temurun, Indonesia juga memproduksi bahan bakunya sendiri. Bahan baku untuk makanan pedas? Apa lagi kalau bukan cabai. Salah satu komoditas pertanian penting di Indonesia ini kini mulai terancam oleh beberapa hal yang menghambat produksinya, antara lain yaitu pola transportasi dan cuaca yang tak menentu serta hama penyakit yang menyerang bukan ketika…
  • Infokampus.news, Malang - Tanaman Obat Keluarga (TOGA) Indonesia ternyata lebih manjur daripada obat generik, lho. Namun sayangnya pengobatan di Indonesia masih saja terpaku oleh ilmu kedokteran barat yang sangat bergantung pada obat kimia. Mirisnya lagi, Indonesia yang kaya akan sumber daya alam ini dengan sukarela mengimpor bahan baku obat dari luar negeri. "Padahal potensi kekayaan hayati Indonesia, untuk penelitian saya ini terfokus pada anti-cancer dan anti-aging ya, itu sangat besar,"…

ADV-728_x_90

sig

sosiopat-satiris

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read previous post:
Tertarik Kuliah di Universitas Terbuka? Pertimbangkan Lebih Dulu Beberapa Hal Ini!
Jurusan Psikologi Saintek dan Soshum Ternyata Beda Lho!

Infokampus.news - Psikologi, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah ilmu yang berkaitan dengan proses mental, baik normal maupun abnormal

Close