Tidak Hanya Unggul Akademik, Mahasiswi ITS ini Buktikan Anak Teknik Dapat Meraih Segudang Prestasi

Infokampus.news – Mahasiswa Berprestasi (Mawapres) Institut Teknologi Sepuluh Nopember atau yang biasa akrab dengan sebutan ITS Surabaya ini membuktikan bahwa anak teknik tidak hanya unggul dalam bidang teknik saja, namun dengan bidang-bidang non teknik.

Perkenalkan Tita Oxa Anggrea mahasiswi asal Kabupaten Pamekasan ini merupakan mahasiswa Departemen Teknik Teknik Fisika ini berhasil membuktikan  bahwa prestasi yang disandangnya sudah diraih sejak duduk di bangku Sekolah Menengah Ayas (SMA) dan memacunya untuk berprestasi di jenjang perkuliahan.

“Tujuan saya kuliah, karena saya ingin membahagiakan orang tua dengan prestasi” Ujarnya

Mahasiswa Teknik selalu identik dengan kemampuan matematis-logis serta kecakapan dalam menyelesaikan masalah sesuai dengan keprofesiannya. Tita juga mengasah berbagai softskill di luar kampus, menurutnya anak teknik yang hanya berkutat pada akademik, hanya sedikit yang cum laude sembari aktif di luar kampus.

“Saya ingin menunjukan bahwa aktif di luar kampus tidak lantas membuat kita buruk di akademik, Dengan menyeimbangkan keduanya, daya saing kita di dunia kerja akan meningkat” ungkap wanita asal Pamekasan tersebut.

Baca Juga :  Tingkatkan Pelayanan Mutu, Aplikasi SIL@AT dari LLDikti Berikan Solusi

Hal ini terbukti dengan raihan prestasi keilmiahan yang berhasil dikantonginya.

Mahasiswi yang juga bekerja sebagai presenter di JTV ini kerap menjadi duta dalam ajang kecantika, pada tahun 2017 lalu Oca berhasil berada di peringkat ke dua dalam ajang Miss Global Indonesia. ia juga sempat mewakili Indonesia dalam ajang World Miss Tourism Ambassador di Vietnam 2018 lalu dengan predikat berhasil unggul di peringkat 10 besar diantara 60 peserta dari seluruh dunia, membanggakan bukan?

Yang terbaru, ia berhasil menyabet delapan penghargaan dalam kompetisi Internasional Oil and Gas yang diselenggarakan Society of Petroleum and Energy Studies di India 2019 lalu, serta juara tiga dalam paper competition yang diselenggarakan Oil and Gas Festival Universiti Teknologi Malaysia (UTM) 2018 lalu.

Walau begitu, Perjalanan Oca tidak selalu mulus, kegagalan juga sering diraihnya namun ia mengaku kerap menjadikan kegagalannya untuk belajar dan koreksi diri. Ia juga bercerita tentang bagaimana Ia merasa minder saat hendak memulai kiprahnya dulu, mengingat asalnya dari Pamekasan, Madura serta usianya yang terbilang muda.

Baca Juga :  Dulu Bak Stasiun Kereta, Kini Perkembangan Universitas Widyagama Malang Luar Biasa

Namun Ia berhasil membuktikan latar belakang seseorang bukanlah penghambat untuk berprestasi. “Asalkam kita mau berusaha keras, kita pasti bisa. yang perlu dilakukan adalah jangan berhenti berjuang dan belajar, karena usaha tidak akan mengkhianati hasil. Jadilah versi terbaik dari dirimu, karena musuh terbesarmu adalah dirimu sendiri,” pungkasnya. (Jul)

ADV-728_x_90

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *