Tidak Mudah Membuat Definisi Gratifikasi

Infokampus.news, Malang – Surat edaran yang diturunkan Kementrian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (KEMRISTEKDIKTI) mengenai larangan penerimaan hadiah bagi tenaga pendidik atau dosen mendapat banyak tanggapan baik dari banyak kalangan.

Salah satunya Dodot Saptoadi, M.Si selaku dosen perguruan tinggi swasta di Kota Malang, sangat mendukung perihal larangan pemberian hadiah tidak hanya pada dosen tetapi juga pada semua kalangan.

“Surat edaran itu hanya memperkuat kebijakan – kebijakan yang sudah ada, sebetulnya kebijakan ini sudah lama. Penerimaan ataupun pemberian hadiah yang berkaitan dengan posisi dosen dan mahasiswa secara pribadi itu memang tidak dibenarkan dan itu termasuk dalam gratifikasi,” tegasnya.

“Dikti adalah lembaga pusat yang mengatur pendidikan di Indonesia, surat edaran ini sifatnya hanya menandaskan undang – undang yang sudah ada,” sambung dosen ilmu komunikasi tersebut.

Apapun Bentuk Hadiahnya, Sebetulnya Ditujukan Untuk Lembaga Bukan Per Orangan

Dosen yang juga menjabat sebagai wakil ketua Jawa Timur Information Technology Creative (JITC) Malang ini menegaskan lebih baik memberi hadiah kepada kampus karena yang merasakan semua pihak bukan per orangan.

“Saya sangat setuju jika hadiah pemberian diberikan untuk lembaga, apalagi lembaga sosial dengan begitu akan lebih bermanfaat dan banyak pihak yang akan merasakan dampaknya. Beda hal dengan pemberian yang bersifat untuk keuntungan pribadi dan bertujuan pribadi itu dinamakan gratifikasi,” tuturnya.

Yang dipermasalahkan tidak hanya dosen, karena dosen tidak pernah keberatan dengan adanya larangan maupun kebijakan seperti ini.

Dikti Hanya Mengatur Lembaga Pendidikan Bukan Yang lain

Dosen yang akrab di panggil babekom juga menyinggung jika mahasiswa turun ke masyarakat secara langsung dan mengeluarkan dana yang begitu besar untuk kegiatan KKN, bolehkah kepala desa menerima hadiah dari mahasiswa?

“Bolehkah mahasiswa mengumpulkan dana dan melakukan KKN lalu menyumbang kepada desa baik apapun bentuknya padahal desa sudah mendapat anggaran dari pemerintah,” tandasnya.

Sebelum adanya penguatan dari dikti, semua kampus sudah mendukung undang – undang dari KPK. Kebijakan ini sendiri sudah lama dilaksanakan, namun persoalannya adalah oknum mahasiswa dan oknum dosen yang biasa pungli jadi sulit dan mahasiswa yang memiliki materi yang berlebih namun berkemampuan akademis rendah merasa tidak terfasilitasi dengan adanya kebijakan tersebut.

Orang Menjadi Sarjana Karena Di Didik, Dosen Memberikan Didikan Bukan Karena Hadiah

Dosen yang lebih dikenal sebagai wirausahawan dikalangan anak – anak muda ini juga menyatakan jika budaya yang menghukum bukan dikti. Jika ada ikatan emosional, misalkan sebuah kasus ada mahasiswa pintar dan dosen yang juga sangat disiplin, kemudian menerima hadiah. Hadiah ini dipersoalkan dari sisi mana karena mahasiswa sendiri tidak perlu minta sumbangan nilai.

Budaya Kampus Yang Harus Diciptakan, Budaya Saling Memberi Itu lumrah

“Sanksi kembali kepada budaya kampus, jika budaya membenarkan itu bisa dianggap penghargaan. Jika budaya menyalahkan itu berarti hukuman,” tutupnya. (has)

Berita Terkait

  • target Gerakan 1000 Startup Digital agar Potensi Indonesia untuk menjadi The Digital Energy of Asia tahun 2020 nanti bisa terealisasikan.
  • Universitas Merdeka (Unmer) Malang terus giat melakukan internasionalisasi kampus dengan mengirimkan
  • Infokampus.news, Malang – Potensi pariwisata Malang Raya sangatlah besar bila di aplikasikan kedalam layanan Startup Digital. Hal tersebut diakui oleh CEO Tabook.co.id, Alvan Zaputra di talkshow Road To Ignition Gerakan 1000 Startup Digital. Menurutnya, Kota Malang sebagai kota destinasi wisata yang ramai dikunjungi oleh para wisatawan haruslah bisa dimanfaatkan oleh para mahasiswa untuk memanfaatkan peluang tersebut di ranah startup digital. “Dengan label Malang sebagai kota wisata banyak potensi yang bisa…

ADV-728_x_90

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

UM Gelar Wisuda Ke-85 Dengan 1.587 Wisudawan Hari Ini

Hari ini (4/3) sebanyak 1.587 wisudawan memadati Graha Cakrawala sejak pagi hari hingga siang hari tadi. Dari total jumlah wisudawan...

Close