Tidak Pulang Saat Libur Lebaran Bukan Berarti Tidak Senang-senang, lho!

Infokampus.news, Malang – Libur lebaran identik dengan pulang kampung? Siapa bilang! Berikut ini ada cerita dari Sobat FoKus yang memilih untuk tidak pulang kampung karena beberapa hal. Simak, yuk!

It’s time for skripsi, sobat mahasiswa tua!

It's time for skripsi, sobat mahasiswa tua!

Ivan Janitra, mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Brawijaya (UB) pada kesempatan kali ini memilih untuk tidak pulang kampung karena ingin fokus pada skripsinya. Totalitas sekali ya? Ternyata ada alasan dibalik tidak mudiknya Ivan, lho.

“Aku nggak pulang pas libur lebaran kali ini buat ngejar skripsiku biar cepet kelar. Udah aku pertimbangin sih mulai dari ongkos pulang yang cukup mahal sama waktu ujian skripsi yang cukup mepet, jadi aku lebih milih nggak pulang. Nggak papa, lah. Biar berfaidah.”, ungkap mahasiswa asal Tangerang ini.

Ini juga yang membuat Veshia, mahasiswi asal Jakarta yang menunda kepulangannya demi skripsi. “Itung-itung perpisahan sebelum nggak balik lagi, sih.”, ujar mahasiswi semester 8 ini.

Ada yang kedatangan keluarganya, lho!

Ada yang kedatangan keluarganya, lho!

Lain halnya dengan Ivan dan Veshia, Agatha, mahasiswa FISIP UB, tidak memilih pulang saat libur lebaran kali ini karena keluarganya ingin mengunjunginya di perantauan.

“Iya aku dapet kabar dari papaku kalau sekeluarga mau kesini. Yaudah deh aku nggak jadi pulang.” tutur Agatha.

Kedatangan keluarganya sangat menyenangkan bagi Agatha. Bagaimana tidak? Selama ini dia merantau, orang tuanya baru datang menengoknya pada saat kuliahnya mendekati akhir. “Tipis-tipis biar tahu dan iba lihat anaknya di perantauan.”, tandas Agatha sambil tersenyum.

Magang Asyik!

Magang Asyik!

Liburan bisa dijadikan kesempatan untuk mengasah kemampuan diri sendiri. Program magang menawarkan solusi tersebut. Beberapa mahasiswa memilih tidak pulang kampung dengan alasan ingin mengikuti program magang. Salah satunya adalah Tabita Theodora, mahasiswi Ilmu Komunikasi UB.

“Aku dapet magang di Surabaya selama 4 bulan. Jadi nantinya aku bakal ngehabisin liburanku dengan internship. I’m so excited!“, ujar Bita.

Menurutnya, program magang yang dipilihnya saat liburan sekaligus meyakinkannya untuk semakin optimis terjun di lapangan kerja yang diinginkan, yaitu industri media. “Semoga dimudahkan aja lah.”, tutup Bita.

Sudah terlanjur nyaman. Hmm…

Sudah terlanjur nyaman. Hmm...

Dan tipe ini biasanya adalah mahasiswa yang kampung halamannya sangat jauh sehingga ia lebih nyaman berada di tanah rantau. Selain faktor biaya, terbiasa jauh dari kampung halaman membuat seseorang lebih nyaman berada di tanah rantau.

Hal ini dialami oleh Audy, mahasiswa Ilmu Politik UB yang berasal dari Medan. Jarak Medan dan Malang yang sangat jauh dan memakan biaya yang tak sedikit ini membuat Audy harus ‘membetahkan’ diri di Malang.

“Awalnya sedih sih, tapi ternyata asyik soalnya banyak juga temen yang nggak pulang jadi seneng bisa main kesana kemari. Bahkan, bisa dapet uang jajan tambahan lho hehe”, ujar Audy.

Nah itu tadi beberapa cerita dari Sobat FoKus yang tidak pulang kampung. Bagi mereka, walaupun tidak melihat rumah, tapi mereka masih mendapatkan kesenangan dan kenikmatan seperti rumah di tanah rantau.

Bagi mereka, rumah bukanlah tempat, melainkan rasa. (sig)

Berita Terkait

ADV-728_x_90

sig

sosiopat-satiris

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read previous post:
Libur Lebaran Adalah Jeda yang Menyenangkan Bagi Mahasiswa Rantau
Libur Lebaran Adalah Jeda yang Menyenangkan Bagi Mahasiswa Rantau

Maka dari itu, mahasiswa rantau adalah fenomena yang jamak terjadi. Pergi, lalu pulang saat liburan adalah hal yang amat sangat...

Close