Tiga Momen yang Dirindukan saat Ramadhan Jauh dari Kampung Halaman

Infokampus.news –  Bulan Ramadhan merupakan bulan yang  penuh berkah. Bagi kamu yang sedang jauh dari kampung halaman, jauh dari keluarga, jauh dari orang-orang tercinta dan jauh dari suasana rumah baik itu karena kamu sedang menimba ilmu atau mengumpulkan pundi-pundi rupiah di luar kota/negeri, setidaknya kamu akan tahu apa arti perjuangan di bulan Ramadan.

Dinamakan perjuangan di bulan Ramadan adalah perjuangan dimana kamu berjuang menahan rindu yang ada di dada untuk merasakan suasana Ramadan di kampung halaman. rindu tersebut ada bermacam-macam. Mulai rindu akan meriahnya keceriaan anak-anak kampung yang sedang mebangunkan warga untuk makan sahur, rindu berbuka puasa dengan masakan ibu atau orang tercinta di rumah hingga rindu suara adzan maghrib dari masjid terdekat di sekitar rumah.

Kalau di rantau, mie instan dan roti tawar jadi andalan, beda dengan melewatkan Ramadan di rumah. Dimana kamu tidak lagi harus khawatir akan makan apa saat sahur dan berbuka puasa. Saat akhir bulan datang pun kamu tidak harus terlalu mengencangkan ikat pinggang untuk urusan makan.

Baca Juga :  Informasi Pendaftaran Mandiri SIMAK UI 2019, Yuk Daftar!

Selain khawatir soal makananan, yang membedakan sensasi Ramadan di rumah dan di perantauan adalah saat tarawih. Saat di rumah, semua kebutuhan bisa tercukupi, jadi kamu bisa beribadah dengan tenang bersama keluarga. Beda dengan kalau di perantauan, semua kebutuhan harus dipenuhi sendiri dan pergi tarawih dan pengajian pun pergi sendiri.

Berdasarkan pengalaman pribadi juga sharing dengan kawan juga saudara yang juga jauh dari kampung halaman, setidaknya 4 hal ini adalah hal utama yang sering kali dirindukan dari kampung halaman saat Ramadan.

Pertama menu buka dan sahur buatan ibu, Buat kamu yang masih menuntut ilmu dan bekerja sementara kamu masih single atau belum berumah tangga, satu hal yang sering kali akan kamu rindukan dari kampung halaman saat Ramadan adalah menu buka puasa dan sahur yang dibuat oleh ibu. Saking rindunya, rasanya seperti tak ada menu buka puasa dan menu sahur yang lebih nikmat serta lezat dari masakan ibu di kampung halaman di tempat kamu saat ini berada.

Baca Juga :  Mahasiswa Binus Malang Dapat Acungan Jempol Pengunjung di Pantai Malang Selatan, Kok Bisa?

Kedua, Keceriaan Anak di Kampung Menanti waktu Adzan untuk berbuka.  Di setiap daerah atau tempat, untuk menanti waktu berbuka pastinya anak-anak selalu punya acara dan aktivitas tersendiri yang berbeda-beda satu dengan lainnya. Ada daerah dimana sebelum waktu buka anak-anak senang bermain kartu, bermain karet gelang atau sekedar bermain petak umpet dengan senyum yang tulus dan bahagia. Sementara di daerah lain, kemungkinan besar anak-anak akan sibuk menyalakan petasan atau sekedar bersepeda bersama keliling kompleks.

Ketiga, Suasana Rumah.  Menjalankan ibadah puasa di rumah bersama orang tua dan keluarga besar tercinta tentu sangat menyenangkan dan memiliki rasa tersendiri. Tapi, rasa ini tentu akan hilang saat kamu menjalankan ibadah puasa di tempat yang jauh dari rumah, jauh dari orang tua dan jauh dari keluarga tercinta.

Rasa yang berbeda ini bahkan akan semakin bikin baper jika kamu menyadari bahwa Ramadan ini kamu tak lagi bisa makan apa saja yang dimasak ibu. Melainkan, di tempat yang jauh dari rumah ini kamu dituntut untuk berpikir dan mencari sendiri menu apa untuk buka dan sahur hari ini. Sadar atau tidak, kamu pasti akan merindukan suasana rumah meski itu adalah hal-hal yang sangat kecil dan sederhana sekalipun. (Jul)

ADV-728_x_90

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *