Tiga Penghargaan Indodax Short Film Festival 2020 Diborong Mahasiswa UMM

Infokampus.news, MALANG – Kembali menggelar festival film pendek, Indodax Short Film Festival 2020, menunjuk dua orang sutradara ternama di Indonesia yaitu Fajar Nugros serta Anjas Maradita. Indodax tahun 2020 ini mengangkat tema “optimis” yang bertujuan untuk mengajak anak bangsa bangkit lewat karyanya.

Pengambilan tema “optimis” sangat cocok untuk momen saat ini, guna membangkitkan semangat anak muda di tengah pandemi COVID-19. Harapan dari tema tersebut agar, peserta dapat mengirimkan pesan yang baik untuk membangkitkan kembali semangat masyarakat.

Film pendek berjudul Bumi yang berdurasi sekitar empat menitan ini, sukses merebut hati para juri bahkan telah meraih tiga penghargaan sekaligu. Film berjudul Bumi adalah hasil karya dari mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Memiliki 13 orang tim, tim ini bernama Meraki Visual yang dibimbing oleh Arfan Adhi Pradana selaku Dosen Ilmu Komunikasi UMM yang juga ikut berkontribusi sebagai aktor yakni pak guru bernama Pak Ahmad dalam film tersebut.

Tim Meraki Visual yang terdiri dari 13 mahasiswa ini tidak semuannya memiliki basic ilmu audio visual, beberapa anggota tim ada yang berasal dari konsentrasi public relations. Tim Meraki Visual terdiri dari, Kiki Rahman Ardiansyah(Ikom AV 2018), Udaimatun Nur Farahin (Ikom PR 2019), Ardian Esa (Ikom AV 2018), M Mizan Sya’roni (Ikom AV 2018), Two Bagus Surya (Ikom AV 2018), Rizaldi Dwi (Ikom AV 2018), Abdul Latif (Ikom AV 2018), Dwi Cahyo Septoadi (Ikom AV 2018), Chu Livia Christine Wijaya (Ikom AV 2018), Reyhan Ramadhan (Ikom AV 2018), M Ammar Nasbahar (Ikom AV 2018), dan Aldi Novandi Putra (Ikom AV 2018), dan Ainni Firtiani (Ikom 2020).

Film tersebut mengisahkan seorang anak yang tidak dapat mengikuti sekolah daring (online) karena tidak memiliki handphone. Kegiatan belajar mengajar dimasa pandemi Covid-19, menuntut pelaksanaan proses belajar mengajar untuk dilakukan melalui berbagai aplikasi online. Kebijakan baru ini pun sering kali menjadi masalah dari beberapa masyarakat yang kurang mampu.

Seperti halnya anak bernama Bumi. Bumi merupakan seorang anak petani di sebuah desa. Kondisi orang tua yang kurang mampu, menyebabkan proses belajarnya mengalami kendala. Pak Ahmad yang merupakan guru di desa tersebut, akhirnya mencari solusi dengan memberikan kelas privat untuk Bumi.

Proses pembuatan film yang memakan waktu sekitar satu bulan ini, memiliki beberapa kisah menarik. Seperti, keisengan dari tim Meraki Visual untuk mengikuti kompetisi film, yang digunakan untuk mencari aktivitas sembari menunggu berlangsungnya proses perkuliahan. Kegaiatan syuting juga pernah terhenti dikarenakan hujan deras di sertai angin kencang dilokasi pengambilan gambar. Pada proses pembuatan film tersebut, tidak membuat Tim Meraki Visual untuk meninggalkan kewajibanya melakukan kuliah daring. Menurut mereka pendidikan adalah asset masa depan, seperti pesan-pesan yang tertuang dalam film berjudul Bumi.

“Ini yang membekas dalam benak saya, mereka tidak meninggalkan kuliah meskipun asyik membuat karya. Jadi saya ya nungguin mereka selesai kuliah online dulu, baru take adegan,” Ujar Arfan Adhi.

Pada kompetisi Indodax Short Film Festival 2020, atas kegigihan Tim Meraki Visual dengan filmnya yang berjudul Bumi, berhasil meraih tiga juara sekaligus yakni Best Actor diperoleh Arfan Adhi atas kemampuan acting naturalnya, Most Views Movie dan Best Director. Atas kemenangannya tersebut, Meraki Visual mendapatkan total hadiah senilai 35 juta rupiah.

Keberhasilan Tim Meraki Visual merupakan suatu hal yang tidak disangka oleh mereka. Arfan mengatakan bahwa, keikutsertaan Meraki Visual dalam suatu kompetisi film adalah kali pertamannya. Ia juga menjelaskan bahwa pembuatan film ini hanya digunakan sebagai sarana belajar membuat film pendek.

Diraihnya penghargaan ini berguna untuk memacu motivasi tim Meraki Visual, untuk dapat menyalurkan inovasi dan berbagai ide-ide kreatifnya agar dapat dituangkan dalam sebuah karya perfilman. Sehingga berbagai karya mahasiswa dapat memperoleh prestasi dalam kompetisi lainnya.

 

 

Pewarta : Naviska Rahmadani
Editor : Redaksi Fokus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *