Tim Riset FEB UNISMA dan UPM Malaysia Adakan FGD Halal Industri, Karena Ini!

INFOKAMPUS.NEWS – FEB Universitas Islam Malang (Unisma) bekerjasama denga UPM Malaysia menggelar Focus Group Discussion (FGD) tentang “Halal Industry : Market and Research For Economic Welfare”. Acara ini bertempat di Hall K.H Masjkut Gedung Yayasan Universitas Islam Malang.

Acara ini  semakin memantapkan Unisma sebagai institusi yg peduli terhadap pengembangan Halal Industri diberbagai negara serta rencana pengembangan riset dibidang Halal Industri. Acara yg digelar sehari ini melibatkan peneliti- peneliti dari Universiti Putra Malaysia (UPM) dan Peneliti dari Unisma.

 

Unisma & UPM

Dekan FEB Unisma, Ibu Nur Diana SE, MSi membuka acara yang dalam sambutannya mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan wujud kepedulian dari FEB Unisma yg semakin memantapkan diri sebagai kampus yg peduli terhadap Halal Industri.

Sambutan Dekan FEB Unisma

Melihat fenomena yang ada, industri halal semakin diminati banyak negara di dunia. Produk halal tidak hanya identik bagi kebutuhan masyarakat muslim, saja, masyarakat non muslim di dunia mulai mengkonsumsi produk halal.

 

FGD Halal Industri FEB Unisma & UPM

Pengembangan Halal Industry akan berdampak pada Halal Tourism yang secara otomatis akan meningkatkan kesejahteraan ekonomi umat. Peluang Riset bidang Halal industri memiliki banyak peluang yang perlu digarap diantaranya: manajemen dan sertifikasi produk halal, implementasi konsep halal untuk komunitas sosial, halal marketing, halal media komunikasi dan lain- lain.

Baca Juga :  Sepak Terjang Karir Wamen BUMN, Ternyata Lulusan Sarjana Nuklir ITB Loh!

Global Islamic Economic Report 2017 menyatakan bahwa food and Lifestyle expenditure mencapai US $ 2 Trilyun. hal ini didukung pula fakta negara non muslim berlomba-lomba menggarap bisnis Syariah. Lihat saja Thailand yg sukses sebagai eksportir produk pangan bersertifikasi halal terbesar di dunia. Disamping Tiongkok juga berjaya mengekspor sandang halal ke Timur Tengah.Untuk itu dalam upaya pengembangan dan riset perlu sinergi dengan lembaga lain.” tambahnya .

“Pentingnya upaya sinergitas dalam memahami konsep industri yang akan menghasilkan kebijakan untuk mengimplementasikan industri halal dalam bentuk konkret” tambah Ibu Diana mengakhiri sambutannya.

Sebagai perguruan tinggi (Islam) memiliki peran penting dalam mendukung dan mengembangkan industri halal, mulai dari pengajuan persyaratan halal, proses sertifikasi, pelatihan, hingga penguatan promosinya.

“Dosen FEB telah banyak konsen dalam riset bidang halal industry dan kedepannya adanya joint research dengan peneliti dari negara lain akan meningkatkan khasanah perkembangan riset Halal Industry dari berbagai negara.”ungkap Dekan FEB Unisma.

Sementara itu Kegiatan Focus Group Discussion dengan topik Halal Industry: Market & Research for Economic Welfare ini melibatkan ketua tim riset Halal Industri darib Universiti Putra Malaysia Rozmiza H. Bidin PhD dan Ketua Tim Riset Halal Industri dari Unisma Harun Alrasyid PhD.Selain itu FGD ini juga dihadiri peneliti, akademisi, pengelola pondok pesantren, majelis ulama indonesia kota Batu serta pemerhati Halal Industry.

Baca Juga :  Institut ASIA Malang Miliki Rektor Termuda di Indonesia. Selain Cantik, Juga Pernah Jadi Staf Presiden Jokowi

Dalam FGD ini dibahas peluang riset bidang halal industry, peta riset halal industry dan Networking antar umat islam yg memiliki visi dan misi yang sama diberbagai negara guna
pengembangan Halal Industry.
Kami berharap ini menjadi tren untuk membumikan industri halal di semua bidang kehidupan umat muslim, “harap Rozmiza Bidin dari UPM, Malaysia hadapan para peserta FGD yang hadir.
Menurut Harun Alrasyid, PhD , ada 20 terminologi dalam Al Quran tentang halal. Halal juga bermakna syariah, yang memiliki makna komersial yang positif. “Bagi umat Islam, sektor halal industry terbagi dalam sektor makanan dan minuman (food sector), sektor keuangan (finance sector), sektor perjalanan (travel sector), sektor pakaian (clothing sector), sektor media/rekreasi (media/recreation sector), sektor farmasi (pharmaceutical sector), sektor kosmetik (cosmetics sector), dan sektor perawatan medis (medical care sector).
Dalam paparannya, menjelaskan membuat millestone dan Roadmap Riset Halal yg dikembangkan di Indonesia yang dimulai Halal Awarness, bidang- bidang kajian dan pendampingan kesadaran halal ke masyarakat muslim sampai dengan peta risetnya. (Rls/Rfl)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *