Tingkatkan Mutu UWG, Fitri Marisa Tunjukkan Kualitasnya di Luar Negeri

Infokampus.news– Meningkatkan daya saing diri menjadi bagian yang tak dapat dihindarkan bagi profesi apapun agar dapat survive dan meraih kesuksesan. Demikian juga bagi seorang dosen. Studi S3 menjadi tuntutan yang tidak dapat lagi ditawar.

Meraih beasiswa untuk melanjutkan studi, adalah sebuah prestasi. Apalagi beasiswa studi di luar negeri. Ini yang saat ini dijalani oleh Fitri Marisa, S.Kom, M.Pd, mantan Kaprodi Teknik Informatika Kampus Inovasi Universitas Widyagama Malang. Dosen berbusana syar’i yang kerap mendapat hibah program kerjasama luar negeri, yang saat ini melanjutkan studi S3 di Universiti Teknikal Malaysia Melaka  (UTeM)  Malaysia ini kembali menunjukkan kualitas dirinya.

Program AIR-TF (Asean-India Research and Training Fellowship) berhasil ditembusnya bersama 8 awardee lain dari Indonesia diantara 27 awardee penerima hibah program ini di seluruh negara ASEAN. Program dibawah naungan DST (Department of Science and Technology), sebuah organisasi dibawah pemerintah India yang menyelenggarakan seleksi dan pendanaan research fellowship untuk peneliti negara ASEAN dalam bimbingan host institusi kampus-kampus dan departemen penelitian di India ini merupakan program hibah sepanjang tahun yang menyediakan quota 50 orang setiap tahunnya. Seleksi dilakukan dengan pengiriman proposal riset secara online dengan memilih host institusi dan ahli dibidangnya melalui serangkaian korespondensi. “Untuk program ini Indonesia menempati rangking kedua jumlah awardee setelah Malaysia (9 awardee). Sisanya yang 10 awardee lain berasal dari Vietnam, Laos dan Myanmar,” jelas Fitri dalam wawancara jarak jauhnya.

Baca Juga :  Peringati Kemerdekaan RI, FTP UB Ajak Mahasiswa Asing Olah Jeruk

Dalam program kegiatan kerjasama riset dua negara ini, Fitri akan magang selama 6 bulan di Kirori Mal College, salah satu department teknik di Delhi University yang merupakan biggest five universitas di India, dengan mendapatkan fasilitas living allowance setiap bulannya.

Sama seperti program hibah riset di Indonesia, output yang dituntut dari program ini adalah publikasi ilmiah dalam bentuk conference, jurnal bereputasi, HKI atau paten. “Saya berharap program ini dapat mematangkan dan memperdalam topik riset S3 saya, menjalin kerjasama dengan luar negeri yang berkelanjutan dan yang paling utama mengenalkan kampus tercinta Universitas Widyagama ke luar negeri,” demikian imbuh Fitri Marisa. (Sil)

ADV-728_x_90

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *