Trichokompos, Stimulan Pertumbuhan Tanaman dari Kotoran Sapi

Infokampus.news – Salah satu bentuk tri dharma perguruan tinggi, pengabdian kepada masyarakat adalah terjun langsung ke tengah masyarakat dan menjawab permasalahan yang ada. Bakti pengabdian tersebut setidaknya telah mendasari pelaksanaan program kerja Eksekutif Mahasiswa khususnya Kementerian Sosial Masyarakat (Sosma) Universitas Brawijaya.

Tahun ini sosma kembali hadir menjawab persoalan masyarakat di Dusun Torongrejo, Desa Ngabab, Kecamatan Pujon Kabupaten Malang melalui program kerja Village Development Project. Sejak 3 tahun bermitra, kali ini kelompok tani desa setempat mengeluhkan maraknya hama penyakit pada tanaman. Menjawab persoalan itu, sosma bekerjasama dengan penyuluh Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) membuat pupuk Trichokompos dan Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) atau perangsang tanaman untuk diaplikasikan pada tanaman yang ada.

“Pupuk trichokompos dibuat dari kotoran ternak sapi, arang, sekam, dan tricoderma sebagai kompos gunanya diantaranya menstimulasi pertumbuhan tanaman,” kata Riski Dwi Amalia Ketua Pelaksana Village Development Project.

Baca Juga:

Tricoderma yang terkandung dalam kompos tersebut berfungsi sebagai dekomposer bahan organik dan sekaligus sebagai pengendali OPT penyakit tular tanah. Selain itu tricoderma juga berfungsi sebagai agen hayati dan stimulator pertumbuhan tanaman. Sehingga trichokompos yang diberikan dalam tanah dapat memberikan manfaat lebih diantaranya memperbaiki struktur tanah, mengandung unsur hara, menngkatkan aktivitas biologis mikroorganisme yang menguntungjan, serta meningkatkan PH pada tanah asam.

Stimulan Pertumbuhan Tanaman

Pembuatan pupuk trichokompos kali ini memanfaatkan 50 kg kotoran sapi dan sudah mulai diaplikasikan pada lahan warga sejak 14 Agustus 2016 lalu. Di samping itu, kementrian sosma juga meresmikan pembukaan rumah baca, mengisi, dan memperbaiki tempat yang nyaris tak terwat itu untuk membuka wawasan warga setempat. Adapun pelayanan kesehatan dan pendidikan non formal berupa kewirausahaan dan melek internet juga diajarkan pada pemuda setempat. Tak berhenti sampai disitu, program kerja tersebut terus akan dimonitoring dan diawasi oleh kepengurusan selanjutnya supaya tetap menjadi pola keseharian warga yang positif. (glh)

ADV-728_x_90

cska

Admin Super INFOKAMPUSNEWS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

PKK Maba UB jadi Ladang Emas Pendulang Rupiah Warga Sekitar

Menjelang pelaksanaan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKK Maba) Universitas Brawijaya, sejumlah pedagang alat ospek mulai menggelar dagangan di sepanjang...

Close