UB Cegah Korupsi Dengan Model Komunikasi Assabieh dan Ukhuwah

Infokampus.news – Berangkat dari semakin marak kasus korupsi di Indonesia, sudah kewajiban untuk memberantas tindak korupsi bukan hanya tugas pemerintah. Warga masyarakat dan eprangkat daerah juga turut berperan dalam menciptakan sistem pelayanan publik untuk mencegah korupsi.

Hal ini menjadi fokus pelaksanaan kegiatan Doktor Mengabdi yang dilakukan oleh Universitas Brawijaya sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat. kepada warga Desa Gendro, Kecamatan Tutur Kabupaten Pasururan, tim DOktor yang di koordinir oleh Rachmat Kriyantono selaku dosen Ilmu komunikasi FISIP Universitas Brawijaya mengenalkan model komunikasi untuk mencegah korupsi.

Program Doktor mengabdi Universitas Brawijaya berlangsung sejak tanggal 1 Juli 2018 dengan melakukan riset di Desa Gendro terkait keterbukaan informasi publik mengenai pengelolaan keuangan agar terhindar dari korupsi. Dalam rangka menindaklanjuti riset tersebut, UB melakukan pelatihan kamis (25/10) dan penyuluhan kepada perangkat desa dan masyarakat di Desa Gendro terkait keterbukaan informasi publik untuk mewujudkan prinsip good governance.

Kegiatan diawali dengan menyampaikan hasil riset dari Tim Doktor Mengabdi di Desa Gendro terkait karakteristik masyarakat, peluang Desa Gendro, dan kendala yang mungkin dihadapi dalam mencapai peluang. Prinsip utama yang ditekankan dalam penyuluhan ini adalah komunikasi sebagai pendukung pelayanan publik.

“Hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan keterbukaan informasi dalam menjalankan program Bumdes di Desa Gendro adalah mekanisme penyampaian informasi yang efektif kepada masyarakat dan pemilihan media informasi pengelolaan dana. dengan mengutamakan adanya keterbukaan informasi akan mengurangi kecurigaan dalam benak masyarakat.” Ungkap Rachmat Kriyantono.

Tim Doktor mengabdi UB mengusulkan beberapa model komunikasi yang dapat diterapkan di Desa Gendro untuk meuwujdkan keterbukaan ifnromasi dengan meningkatkan koordinasi dan komunikasi di tingkat internal antar kepala desa serta memebrnahi komunikasi eksternal yakni antar perangkat desa dengan masyarakat.

“Model komunikasi yang disarankan adalah dengan menggunakan prinsip assabieh dan ukhuwah yaitu segala informasi yang disampaikan itu harus memiliki harmonisasi dan kebersamaan. model komunikasi ini dapat diwujudkan dengan memberdayakan kalangan muda di desa tersebut sebagai kelompok masyarakat yang memiliki kepedulian tinggi terhadap desa” tambahnya.

Masyarakat berharap pelatihan dan enyuluhan yang dilakukan oleh Tim Doktor Mengabdi menjadi program yang berkelanjutan, sehingga dapat mewujudkan Desa Gendro yang transparan dalam penggunaan dana desa. (Jul) 

ADV-728_x_90

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read previous post:
Generasi Milenial Ingin Jadi Pengusaha? Simak Dulu Peluang Ini

Potensi e-commerce masih sangat besar untuk generasi milenial yang memang ingin mengembangkan diri di dunia wirausaha. Selain itu pemerintah saat...

Close