UB Resmi Miliki Rusunawa untuk Mahasiswa Asing

INFOKAMPUS.NEWS – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR) RI resmi menyerahkan bantuan satu unit rusunawa kepada Universitas Brawijaya (UB). Direktur Jenderal (Dirjen) Penyediaan KemenPUPR RI Dr Ir H Khalawi Abdul Hamid MSC MM menyerahkan rusunawa yang diberi nama Griya Kertabhumi tersebut, Jumat (6/9). Penyerahan ditandai dengan penandatanganan prasasti yang disaksikan Rektor UB Prof Dr Nuhfil Hanani AR, MS dan Walikota Malang Drs Sutiaji.

Griya Kertabhumi merupakan rusunawa ketiga UB yang dibangun oleh Kementerian PUPR. Rusunawa empat tingkat ini dibangun di atas Iahan seluas 2.821 m2 dengan luas bangunan 2.074,52 m2. Rusunawa yang berdekatan dengan gedung FISIP ini diperuntukkan bagi mahasiswa asing dan pascasarjana.

“Jumlah mahasiswa baru S1 tahun ini ada 17 ribu. Kalau inginnya diwajibkan asrama di tahun pertama mahasiswa, ya kita baru punya rusunawa berapa, kapasitasnya berapa. Jadi, sementara rusunawa ini untuk mahasiswa asing dan pascasarjana,” beber Nuhfil.

Griya Kertabhumi berisi 50 kamar tidur dengan daya tampung 196 mahasiswa. Ada dua jenis kamar, yakni kamar standar dan kamar disabilitas. Di kamar standar, ada dua tempat tidur susun, lemari, dan meja belajar. Sementara di kamar disabilitas, tempat tidur tidak dibuat bersusun dan dilengkapi dengan toilet di dalam kamar.

Khalawi menyebut dibangunnya rusunawa di lingkungan kampus akan memberikan kesan yang baik pada mahasiswa asing. “Ada mahasiswa asing dan kita menyiapkan tempat. Mereka nggak susah mencari tempat tinggal dan tentu keamanan terjamin. Kesan mereka saat pulang ke negaranya akan bagus,” ujarnya.

Setelah berkeliling melakukan peninjauan, Khalawi memberikan di atas 8 untuk Griya Kertabhumi. “Bagus. Sudah bagus. Kebersihan dan kualitasnya sudah bagus,” kesannya mengacungkan jempol.

Sejak 2010, KemenPUPR sudah membangun rusunawa mahasiswa dan pondok. Program rusunawa mahasiswa ini terbuka baik untuk perguruan tinggi negeri maupun swasta. Urgensi masing-masing kampus untuk memiliki rusunawa menjadi pertimbangan KemenPUPR untuk mewujudkannya. “Kalau mahasiswanya sudah banyak, nanti kita bisa buat stimulan seperti ini,” ujarnya.

Walikota Malang Sutiaji mengatakan rusunawa bertujuan untuk mengurai kemacetan di kota Malang. Di sisi lain, kehadiran universitas diharapkan bisa menerapkan prinsip tri dharma perguruan tinggi di tenga masyarakat. “Sejauh ini universitas sudah memberi sumbangan pemikiran melalui tenaga ahli pada pemerintah kota. Jadi, tolong dibantu, digali potensi yang ada di kota ini  dan kita kembalikan pada masyarakat,” pungkas Sutiadji. (ich)

Leave a Reply

Your email address will not be published.