UB Siap Menerima 12 Ribu Mahasiswa Baru

Setiap Universitas mempunyai patokan dalam hal jumlah daya tamping mahasiswa baru di kampusnya. Patokan tersebut sudah dibuat dengan beberapa faktor dari pihak petinggi kampus.

Sebagai salah satu universitas favorit di Indonesia, Universitas Brawijaya (UB) siap menerima 12 ribu mahasiswa program sarjana pada tahun ajaran 2016/2017. Jumlah daya tampung tersebut tidak mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya.

Dilansir dari Okezone.com, Wakil Rektor I Bidang Akademik Prof Dr Ir Kusmartono mengatakan, dalam penerimaan mahasiswa nasional, yakni SNMPTN dan SBMPTN, UB mengikuti aturan yang telah ditetapkan pemerintah pusat.

“Seleksi SNMPTN murni secara komputerisasi berdasar data PDSS. Komponen penilaian meliputi akreditasi sekolah, nilai rapor semester I-V, rangking di sekolah, serta prestasi alumni sekolah pada PTN yang dipilih. Prestasi alumni ini akan diambil dari Pangkalan Data Perguruan Tinggi,” ujarnya dikutip dari Prasetya Online UB, Jumat (19/2/2016).

Selain itu, UB juga membuka kesempatan bagi para calon mahasiswa untuk mendaftar pada SNMPTN nonakademis. Meski begitu, prestasi akademik tetap menjadi perhatian utama. Menurut dia, prestasi nonakademis yang meliputi olahraga dan seni hanya menjadi komponen pendukung.

“UB menentukan bahwa prestasi nonakademis yang dimiliki adalah juara tingkat provinsi,” terangnya.

Kusmartono menambahkan, kuota daya tampung program sarjana bisa turun menjadi 10 ribu lantaran adanya penambahan jumlah mahasiswa program pascasarjana. Kendati demikian, hingga saat ini kuota masih bertahan dengan 12 ribu mahasiswa.

“Program sarjana di UB sudah dikenal siswa Indonesia. Kami hanya mengandalkan website. Persaingan nanti akan sangat ketat. Jangan mendaftar program studi yang sudah didaftar oleh teman yang memiliki prestasi lebih tinggi,” tukasnya. (AB)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Dosen Asing Bakal Menyebar di Indonesia

Kebutuhan peningkatan mutu perguruan tinggi nasional menjadi berkelas dunia sudah tidak dapat ditawar lagi mengingat kualitas perguruan tinggi di dunia...

Close