UB Sosialisasikan SNMPTN dan SBMPTN 2017

Infokampus.news, Malang – Sosialisasi yang dilakukan Universitas Brawijaya Malang (UB) hari ini (9/2) digelar di gedung Samantha Krida dengan mengundang guru-guru Bimbingan Konseling (BK) dari sekolah-sekolah SMA/SMK/sederajat dari beberapa kota di Jawa Timur. Acara ini dihadiri oleh para guru BK dari SMA/SMK/sederajat kota Malang, kabupaten Malang, kota Probolinggo, kabupaten Probolinggo, kabupaten Kediri, kota Pasuruan serta kabupaten Pasuruan.

“Hari ini kami mengundang guru-guru BK dari Kabupaten dan Kota Malang, kota dan kabupaten Probolinggo, kabupaten Kediri serta kota dan kabupaten Pasuruan. Jumlajnya kurang lebih seperti yang disampaikan ketua pelaksana 500 sekolah,” ujar Prof. Dr. Ir. Kusmartono, wakil rektor 1 UB dalam sambutannya.

Selain itu wakil rektor 1 juga menekankan pada para guru untuk mengisi PDSS dengan jujur, sesuai dengan apa yang tercatat dalam buku laporan siswa. Hal ini juga Kusmartono sampaikan tertera jelas dalam website PDSS.

“Sanksi kejujuran adalah nomer satu. Saat isian PDSS tidak boleh ada isian yang tidak jujur. Jika ternyata tidak sama, akan kita sanksi, kami benar akan cocokkan fisiknya.” tambahnya pada para peserta sosialisasi.

Tahun Ini Persaingan. makin Ketat

Kusmantoro menjelaskan sedikit detail tentang universitas secara general, ia menyampaikan UB sendiri per tahun 2017 memiliki 15 fakultas dan 141 program studi

“UB punya 15 fakultas dan 141 prodi,” tukasnya.

Kendati banyak prodi dan kelas yang dibuka, namun ia menekankan kembali pada jumlah kuota yang duturunkan oleh kampus UB tahun 2017 ini.

“Semua bisa dibaca ya dari website, media juga kalau kuota jita tahun ini turun hingga 2000. Jadi tahun kemarin kami terima 12.000an orang tahun ini hanya 10.000an orang saja,” pungkasnya. (pus)

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Indonesia dan Finlandia Bersama Memajukan Kualitas Riset, Inovasi dan Pendidikan Tinggi

Lebih lanjut Patdono Soewignyo mengatakan inisiatif ‘revitalisasi program pendidikan tinggi, khususnya pendidikan tinggi vokasi’

Close