UIN Malang Tinjau Integrasi Antar Sains Dan Islam Di Kegiatan Keilmuan

Infokampus.news, Malang –  Universitas Islam Malang (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang, kembali berbenah tentang proses kegiatan perkuliahan yang ada di lingkungan UIN dengan mengadakan rapat tinjauan manajemem yang bertempat di hotel Surya Prigen, Pasuruan. Tinjauan Manajemen kali ini dilakukan sebagai evaluasi integrasi antara  Kementrian Agama (Kemenag) dan UIN sebagai perguran tinggi yangGdinaungi Kemenag.

KEMENAG DAN UIN EVALUASI INTEGRASI KEILMUAN DAN SAINS

Kegiatan yang diprakarsai oleh Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) ini sendiri dihadiri kurang lebih 142 civitas akadrmika UIN Malang yang terdiri dari pimpinan Universitas, Fakultas, Kajur, Kabag dan Kasubbag serta seluruh pimpinan unit serta lembaga yang ada di lingkungan UIN Maliki. Dalam sambutannya, Rektor UIN Maliki Prof. Dr. H. Mudjia Rahardjo, M.Si mengatakan Tantangan perguruan tinggi saat ini komplek sekali dan sudah nampak di depan mata.

Baca Juga :

“UIN Malang sendiri merupakan perguruan tinggi yang dinaungi oleh Kementrian Agama. Oleh karena itu, Program yang dikembangkan harus menjadi bagian dari terjemahan tugas kementerian agama. UIN Malang pun sudah diminta untuk fokus mengembangkan keilmuan integrasinya,” ungkap Prof Mudjia.

UIN INGIN TINGKATKAN KUALITAS PENDIDIKAN KEAGAMAAN

Menurutnya pula, salah satu pokok tinjauan kali ini adalan integrasi antara sains dan Islam,  khususnya peningkatan kualitas di bidang pendidikan keagamaan. Hal tersebut pula salah satu tuntutan dari Kemenag agar dapat direlaisasikan secara penuh dalam lingkungan pendidikan UIN Malang.

“Tugas utama UIN Malang sesuai dengan Kepres tahun 2004 yaitu integrasi sains dan Islam. Melalui hasil penelitiannya saya berharap dosen di setiap fakultas mampu menelurkan produk-produk barunya khusunya mengenai keilmuan integrasi sains dan Islam,” harapnya.

Lebih lanjut, Prof Mudji juga berpendapat bahwa menguasai keilmuan yang integratif ini belum sepenuhnya terwujud. Rencana ini akan terus digenjot, walaupun memang harus lebih ditelaah lagi tentang persoalan integrasi ini. Karena menurutnya, diperlukan pengelolaan yang serius terhadap perkembangan disiplin keilmuannya masing-masing.

“UIN Malang perlu diadakan evaluasi bersama seperti rapat tinjauan manajemen ini,  untuk melakukan auto kritik terhadap hasil kinerja kita masing-masing,” Imbuhnya.

Penulis : Ucha Julistian

Foto : Ucha – Infokampus.news

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

UB Kediri Bermasalah, Mahasiswa Konsolidasi Aksi Bela Kediri

Permasalahan Universitas Braeijaya kampus 3 atau biasa disebut UB Kediri kembali menjadi topik hangat di UB. Permasalahan terbaru yang terjadi...

Close