Mahasiswa Baru Wajib Perhatikan UKT dan Prasyarat Bidikmisi

Infokampus.news – Salah satu pertanyaan yang kerap muncul saat sosialiasi terkait jalur penerimaan mahasiswa baru Universitas Airlangga ke berbagai daerah adalah biaya kuliah. Dalam sosialisasi SNMPTN dan SBMPTN 2017 di Bangkalan, salah satu guru mengajukan pertanyaan.

“Bagaimana bila siswa pada semester satu nilainya bagus, tetapi fluktuatif pada semester selanjutnya, ditambah kondisi ekonomi mereka tidak mampu?,” tanyanya.

Menjawab pertanyaan itu, pemateri dari Pusat Penerimaan Mahasiswa Baru (PPMB) UNAIR Taufik, S.T., M.Kom., mengatakan, biaya kuliah bergantung golongan uang kuliah tunggal (UKT). Di perguruan tinggi negeri, termasuk UNAIR, biaya kuliah dikelompokkan dalam enam golongan UKT. Besaran UKT di masing-masing golongan ditentukan berdasarkan kemampuan orang tua dan prodi. Di UNAIR, UKT golongan enam adalah mahasiswa penerima Bidikmisi.

“Untuk yang tidak mampu, masih dibuka peluang untuk mendaftarkan beasiswa (Bidikmisi) bagi pelajar yang berprestasi,” tutur Taufik. Pada tahun ini, besaran UKT di UNAIR masih belum diputuskan oleh Rektor.

Pada tahun 2017, pendaftaran sekolah dan siswa untuk Bidikmisi dimulai sejak tanggal 14 Januari lalu. Untuk proses SNMPTN dimulai pada 18 Februari sampai 6 Maret 2017, sedangkan untuk proses SBMPTN dimulai pada 8 April sampai 5 Mei 2017.

Saat dinyatakan lolos SNMPTN/SBMPTN, dokumen-dokumen yang dilampirkan calon penerima Bidikmisi akan diverifikasi. Sekretaris Pusat Informasi dan Humas (PIH) UNAIR Dr. Bimo Aksono, drh., M.Kes., yang juga hadir dalam sosialisasi tersebut mengatakan, proses verifikasi itu dilaksanakan agar perguruan tinggi tak salah sasaran dalam memberikan beasiswa. Dalam proses verifikasi, tim survei akan mengunjungi langsung wilayah calon penerima yang terindikasi mampu secara ekonomi.

“UNAIR tak mungkin salah sasaran karena nanti akan kita verifikasi dan melihat kondisi riilnya. Walaupun rumahnya jauh di pulau (terpencil), kita tetap akan datang. Pada saat survei kita akan mengajak pak RT/RW atau aparat setempat agar data juga valid,” tutur Bimo.

Lalu, bagaimana bila orang tua atau wali siswa memiliki penghasilan yang tidak tetap? Bimo mengatakan, calon penerima Bidikmisi adalah mereka yang kedua orang tuanya atau walinya memiliki pendapatan kotor maksimal sebesar Rp 3 juta per bulan, atau yang bila dibagi jumlah anggota keluarga maksimal Rp 750 ribu setiap bulannya.

Dokumen yang perlu dilampirkan dalam pendaftaran adalah surat keterangan lulus dari kepala sekolah, fotokopi rapor semester satu sampai enam yang dilegalisir, fotokopi ijazah yang dilegalisir, fotokopi nilai ujian akhir nasional yang dilegalisir, surat keterangan tentang prestasi/peringkat siswa di kelas dan bukti pendukung prestasi yang dilegalisir, serta Kartu Indonesia Pintar, Beasiswa Siswa Miskin atau yang sejenis.

Bagi yang belum memenuhi syarat di atas, harus ada Surat Keterangan Penghasilan Orang Tua/Wali atau Surat Keterangan Tidak Mampu yang dikeluarkan aparat setempat, fotokopi kartu keluarga atau surat keterangan tentang susunan keluarga, fotokopi rekening listrik bulan terakhir (apabila tersedia aliran listrik), dan bukti pembayaran PBB (apabila mempunyai bukti pembayaran) orang tua atau wali. (FAM)

 

Sumber: Unair

Berita Terkait

ADV-728_x_90

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Minat Program Studi Agama Turun, Menag: PTKIN Harus Berinovasi

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin meminta PTKIN untuk berinovasi guna menjawab menurunnya minat mahasiswa pada program studi agama.

Close