UMM Jadi Tuan Rumah MoU Perpustakaan Nasional RI dengan 72 Kampus di Jawa Timur

INFOKAMPUS.NEWS – Perpustakaan Nasional (Perpusnas) Republik Indonesia melakukan penandatanganan Naskah Kesepahaman Bersama (MOU) antara Perpustakaan Nasional Republik Indonesia dengan Forum Perpustakaan Perguruan Tinggi Indonesia (FPPTI) Jawa Timur (20/11/2019). Pada kesempatan yang sama, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang menjadi tuan rumah pada acara ini mendapatkan Mobil Perpustakaan Keliling.

Mobil Perpustakaan Keliling ini diberikan melalui Kepala Perpusnas, Drs. Muh Syarief Bando, M.M  dan Rektor UMM Dr. H.Fauzan.M.Pd, Rektor UMM periode  2016-2020.

 

 

UMM menjadi tempat pertama kali terbentuknya Forum Perpustakaan Perguruan Tinggi Indonesia (FPPTI) Jawa Timur. FPPTI Jatim lahir pada tanggal 9 Desember 2009 sebagai jawaban atas kebutuhan akan kerjasama antar perpustakaan perguruan tinggi yang ada di Jawa Timur.

FPPTI Jatim bertekad mewujudkan kerjasama yang berdaya guna bagi sivitas akademika masing-masing maupun masyarakat secara luas. Dengan semangat kebersamaan yang tinggi terbitlah Kartu SUPER (Sarana Untuk ke Perpustakaan) pada bulan Juli 2010 sebagai sumbangsih perwujudan forum kerjasama dan cita-cita yang berkelanjutan secara terus menerus.

Tahapan berikutnya adalah mengadakan Musyawarah Daerah yang diadakan setiap 3 tahun sekali yakni Musda I FPPTI Jawa Timur yang diadakan di Universitas Muhammadiyah Malang dengan hasil membentuk kepengurusan FPPTI Jawa Timur periode 2010-2013, Musda II yang diadakan di Ubaya Training Center (UTC) dengan hasil membentuk kepengurusan FPPTI Jawa Timur periode 2013-2016, dan Musda III FPPTI Jawa Timur yang diadakan di STKIP PGRI Sumenep dengan hasil membentuk kepengurusan FPPTI Jawa Timur periode 2016-2019.

Baca Juga :  Tunjangan Hidup Capai 60 Juta, Berikut Informasi Beasiswa S1 NUS Singapura

Berbagai kegiatan telah dilakukan diantaranya Konferensi, lokakarya dan pelatihan dalam bidang perpustakaan, informasi serta teknologi informasi, selain itu FPPTI Jawa Timur juga menjalankan program konsorsium e-resources (e-book dan ejournal), plagiarism checker, hosting repositori, serta ada pendampingan kepada anggota FPPTI Jawa Timur terkait pengembangan perpustakaan dan teknologi informasi.

Sebagai bentuk pertanggungjawaban kepengurusan periode 2016-2019 dan dalam rangka keberlanjutan organisasi untuk memilih Ketua FPPTI Jawa Timur 2019-2022, maka dilaksanakan Musyawarah Daerah IV FPPTI Jawa Timur tahun 2019  yang diselenggarakan pada tanggal 20-22 November 2019.

UMM terpilih kembali sebagai tempat pelaksanaan Musda IV FPPTI Jatim ini. Hal ini diungkapkan oleh Ketua Panitia Yeni Fitria Nurrahman.

“Musda yang pertama yaitu terbentuknya FPPTI Jawa Timur pertama kali dibentuk di sini (UMM). Kita ingin mengulang semangat itu kembali,” katanya.

Selain acara penandatanganan MOU, juga diadakan Seminar, Workshop serta Musyawarah Daerah Forum Perpustakaan Perguruan Tinggi Indonesia (FPPTI) Jawa Timur. Adapun narasumber dalam seminar antara lain Wakil Rektor I UMM Prof Dr Syamsul Arifin, Kepala Perpusnas RI, Drs. Muh Syarief Bando, M.M, Ida Fajar Priyanto dari UGM Yogyakarta, Rikarda Ratih Saptaastuti dari Universitas Katolik Soegijapranata (Unika) Semarang dan Felicia Goenawan dari Universitas Kristen Petra Surabaya.

Baca Juga :  10 Universitas Terbaik di Asia Tahun 2020 versi QS University Ranking

Peserta Seminar dan Workshop pada kesempatan ini  adalah pustakawan di Jawa Timur, pemerhati perpustakaan dan masyarakat umum yang berminat mengikuti. Kegiatan yang diikuti  oleh 150 peserta yang berasal dari Jatim, ada  Jabar dan Jateng. “Mereka tertarik dengan kegiatan FPPTI di Jatim ini. Bahkan saking membludaknya, kita sampai menolak peserta,” papar Yeni.

Salah satunya harapan dari MoU kerjasama ini adalah agar dapat memberikan akses yang seluas-luasnya antara perpustakaan perguruan tinggi dengan perpustakaan nasional. Sehingga dapat saling tukar informasi yang ada di perpustakaan, akses e-jurnal, e-book dan lain sebagainya.

Ketua FPPTI Jawa Timur Amirul Ulum menjelaskan, Musda adalah forum berakhirnya kepengurusan dan untuk memilih ketua baru periode 2019-2022. “Musda bagian dari evaluasi. Bagaimana pengembangan pustakawan atau sumber daya manusia. Kita perlu memelihara sinergitas baik daerah atau pusat,” ungkapnya.

Kepengurusan yang terpilih selanjutnya diharapkan mampu mengembang amanah dengan baik dan sesuai dengan prinsip Egaliter dan independen.

“Independen tidak terpengaruh dengan pihak lain. Egaliter adalah kita sama atau sejajar. Tidak ada perguruan tinggi yang besar dan kecil. Semuanya sama disini,” ungkapnya.

Baca Juga :  Hebat! Kakek Berusia 85 Tahun Berhasil Raih Gelar Sarjana Pendidikan

Kepala Perpusnas RI Drs. Muh Syarief Bando, M.M mengajak pustakawan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Selain itu melakukan update informasi terutama konsep transfer knowledge. Dimana belum banyak Prodi yang mengajarkan bagaimana mengatur koleksi menjadi mengatur knowledge. Apalagi transfer knowledge. Hal itu perlu dilakukan dan dimaksimalkan. Karena negara maju saat ini sudah tidak lagi berkutat dengan pembahasan revolusi industri 4.0.

“Mereka sudah jauh melakukan realisasi. Sebab itu, makna literasi jangan dipersempit seputar text book. Tapi bagaimana menciptakan barang dan jasa yang bermanfaat dan diakui dunia,” tandasnya.

Acara ini bertujuan sebagai media bagi pustakawan untuk menambah pengetahuan, skill dan juga sebagai media sharing informasi bidang perpustakaan, informasi dan teknologi informasi (Rfl).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *