UMMI Siapkan Strategi Bidang Akademik untuk Hadapi Revolusi Industri 4.0

Infokampus.news –  Dalam rangka mempersiapkan tantangan Revolusi Industri 4.0 dalam bidang Pendidikan tinggi, Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI) siapkan strategi bidang akademik untuk hadapi Revolusi industri 4.0

Wakil Rektor I Dr. Reny Sukmawani, M.P., ini mengenai program kerja bidang akademik untuk satu tahun ke depan dengan penekanan pada Strategi Bidang akademik dalam menghadapi tantangan era revolusi industri 4.0 dengan strategi yang dibahas dalam rapat koordinasi yakni penyesuaian kurikulum dengan dunia industri, kedua Teaching Industry, ketiga Distance Learning, keempat Sumber daya manusia yang kompetitif, character Building serta Global Network.

Selain itu disampaikan keadaan Universitas Muhammadiyah Sukabumi, keadaan fakultas dan keadaan program studi saat ini sehingga menjadi bahan evaluasi diri dan sebagai dasar untuk meningkatkan akselerasi program peningkatan fakultas pendidikan di tahun akadamik 2018-2019 ini.

Wakil rektor I juga mengamanatkan agar Fakultas dan Program Studi dapat menjalankan strategi yang telah disampaikan dengan baik dan UMMI dapat menyesuaikan tantangan Revolusi Industri 4.0 dalam dunia pendidikan dan menghasilkan lulusan yang siap berdaya saing pada dunia kerja.

Baca Juga :  Catat Jadwal dan Syarat Seleksi Mandiri UNDIP 2019

Wakil Rektor I berharap agar semua pimpinan fakultas dan Program studi memiliki komitmen yang sama dan mengajak bersama-sama untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan di UMMI sehingga UMMI dapat mencetak lulusan manusia yang ebriman dan bertaqwa kepada Tuhan yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggungjawab.

Seperti kita tahu. Bahwa dunia kampus saat ini sedang gencar-gencarnya menghadapi revolusi industri, adapun berbagai cara yang dipersiapkan diantaranya, dosen memiliki tuntutan lebi baik dalam kompetensi maupun kemampuan untuk melakukan kolaborasi riset dengan profesor dunia.

“Presiden Joko Widodo memberikan arahan setidaknya ada 1000 profesor kelas dunia yang dapat berkolaborasi, tetapi kami punya target 200 profesor. Untuk mewujudkannya perlu ada aturan terkait izin tinggalnya, jadi izin tinggal bukan izin kerja tetapi dalam kolaborasi untuk meningkatkan pendidikan tinggi di Indonesia. Terkait hal itu kami sudah berkomuinikasi dnegan Kementerian Ketenagakerjaan” Ungkap Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohammad Nasir. (Jul)

ADV-728_x_90

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *