UNAIR Sosialisasikan SNMPTN-SBMPTN di Kabupaten Tuban

Infokampus.news – Dalam rangka Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) dan Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2017, Universitas Airlangga (UNAIR) melakukan kerjasama dengan Kancab Dinas Pendidikan Kabupaten Tuban untuk melaksanakan sosialisasi SNMPTN-SBMPTN  di wilayah Kabupaten Tuban. Sosialisasi ini diadakan di Aula SMK Negeri 1 Tuban, Jawa Timur, Kamis (26/1).

Hadir dan sekaligus membuka sosialisasi ini adalah Drs. Edi Sukarno, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Tuban, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur. Selain itu juga sedikitnya 80 guru-guru SMA/SMK/MAN, tujuh diantaranya kepala sekolah, dan seorang Penilik Sekolah. Guru yang mengikuti sosialisasi kebanyakan guru bidang BK (Bimbingan dan Konseling).

Bertugas memberikan sosialisasi dari Pusat Penerimaan Mahasiswa Baru (PPMB) UNAIR adalah Dr. Moh Anam Al-Arif, MP., Drh., Ikhsan Rosyid, SS., dan Bambang Edy Santosa, SE dari Pusat Informasi dan Humas (PIH).

Baca Juga :  Universitas Widyagama Malang Jalin Kerjasama Informasi Positif Bersama Infokampus.news

Dalam sambutannya, Drs. Edi Sukarno antara lain mengatakan, pertemuan semacam ini penting sekali dan sangat diharapkan oleh para guru dan pengelola sekolah, karena diharapkan bisa menggali informasi secara akurat mengenai penerimaan mahasiswa baru di perguruan tinggi tahun ini. Sebab dengan hanya mengandalkan situs/website di jalur resmi, terkadang masih ada yang salah tafsir dan kurang jelas. Dengan adanya pertemuan maka bisa diadakan dialog, tanya jawab, dan informasi menjadi jelas.

”Dengan kejelasan informasi secara akurat, kami berharap jumlah siswa dari Kabupaten Tuban menjadi bertambah jumlahnya yang diterima kuliah di perguruan tinggi negeri,” kata Edi Sukarno.

Dalam kesempatan ini Dr. Moh Anam Al-Arif dan Ikhsan Rosyid saling melengkapi menerangkan mengenai aturan baru dalam SNMPTN dan SBMPTN tahun 2017. Baik mengenai pengisian PDSS oleh pihak sekolah hingga finalisasinya, termasuk kuota penerimaan SNMPTN tahun ini yang menurun, yakni minimal 30 persen, SBMPTN minimal 30 persen, dan jalur Mandiri maksimal 10 persen. Sedang tahun lalu jalur SNMPTN sebesar 40 persen.

Baca Juga :  Penggunaan Sekretariat Dibatasi, Ini Komentar UKM OPUS

Dalam dialog tanya jawab, antara lain dipertanyakan mengenai pengaruh nilai rapot dalam pemeringkatan siswa. Bahkan juga ditanyakan tentang finalisasi data oleh sekolah, khususnya apa saja yang tidak bisa diubah dan yang bisa diubah, termasuk persoalan linierisasi jurusan yang dipilih. Kemudian pengaruh nilai UNAS dalam SBMPTN, indeks sekolah dan pengaruh rekam jejak alumni sekolah di sebuah PTN, serta prestasi-prestasi yang bisa dicantumkan sebagai tambahan pertimbangan.

Termasuk yang menarik ditanyakan mengenai persyaratan Bidikmisi dan cara-cara pengajuannya. Bahkan penentuan mengenai uang kuliah tunggal (UKT) juga menjadi topik hangat. Diantara guru ada yang berharap UKT tahun 2017 ini tidak naik, bahkan berharap kalau bisa menurun. Dalihnya, sebagai siswa asal daerah pedesaan, faktor biaya kuliah menjadi pertimbangan melanjutkan-tidaknya studi mereka.

Baca Juga :  Ingin Kuliah di London? Ini 5 Kampus Terbaiknya!

“Ada siswa kami tahun lalu diterima di sebuah PTN di luar Jawa dengan mengajukan Bidikmisi. Ia lolos SBMPTN, tetapi setelah diverifikasi ternyata Bidikmisinya tidak lolos. Akhirnya siswa tersebut batal kuliah karena tidak mampu membayar UKT sebesar Rp 5 juta/semester,” kata seorang guru. (FAM)

 

Sumber: Unair

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan / Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

ITS Tawarkan 35 Program Studi Untuk Para Calon Maba

Pada tahun 2017 ini, ITS menawarkan 35 program studi (Prodi) kepada calon mahasiswa baru (maba). Sebanyak 29 prodi

Close