Unisma adakan sharing session Bertajuk Strategi Menuju Akreditasi Internasional

Infokampus.news, Malang – Hari Rabu, 31 Juli 2019 Universitas Islam Malang (Unisma) adakan sharing session mengenai strategi yang akan digunakan sebagai awal menuju akreditasi internasional.

Pada Sharing session ini membahas mengenai standar-standar yang menjadi tolak ukur dimensi mutu. Data dari Kemenrisetdikti sendiri telah menyebutkan bahwa dari 7.779 prodi yang masih aktif, ada sebanyak 3.762 yang berakreditasi A. Dalam hal ini hanya sebanyak 1,4 % prodi saja yang meraih rekognisi internasional. Perguruan tinggi dinilai harus harus memiliki program studi (prodi) berstandar internasional.

Penyelenggaraan sharing session ini mendatangkan narasumber yaitu Ir. A. Harits Nu’man, M.T., Ph.D., IPM yang merupakan salah satu dosen dari Universitas Islam Bandung yang juga merupakan ketua tim akreditasi Internasional. Sejauh ini sudah ada tiga yang telah diberikan sosialiasasi terkait dengan akreditasi internasional. Tiga kota ini diantaranya ada Riau, Semarang dan Malang.

Tim akreditasi Internasional ini juga sudah mengagendakan untuk mengkomunikasikan kelanjutan dan keberlangsungan dari strategi ini dengan Kemenrisetdikti, kemudian agenda yang kedua adalah pembentukan tim komunitas yang intensif dengan lembaga akreditasi dan bagaimana penyusunan borang akreditasi. Dalam hal ini yang paling penting adalah melakukan langkah-langkah intensif komunitas dengan pihak akreditasi.

Baca Juga :  Jalur Mandiri Unair 2022 Untuk Jenjang Vokasi Masih Dibuka, Pakai Nilai UTBK!

Ir. A. Harits Nu’man, M.T., Ph.D., IPM juga memvisualisasikan agenda dan langkah-langkah dalam akreditasi, kemudian mencari tahu mana saja yang dipilih. Dalam proses ini diperkirakan akan terjadi kendala pada pembiayaan. Satu program studi saja bisa menghabiskan hingga ratusan juta rupiah. Hal ini kemudian akan menjadi hambatan, terutama pada univeritas swasta. Untuk itu mereka selalu dicari dan disesuaikan dengan antar lembaga internasional yang low coach high impact. Ir. A. Harits Nu’man, M.T., Ph.D., IPM jua mengungkapkan bahwa mereka perlu menentukan kriteria lembaga akreditasi yang sesuai dengan standar dari Kemenrisetdikti.

Kemenrisetdikti juga diminta untuk memetakan kembali informasi mengenai lembaga akreditasi harus profesional dan bukan mengacu pada komunitas saja. Kurang lebih sebanyak 8 program prodi telah diakreditasi oleh ICI (Internasional Career Institute). Kemenrisetdikti juga sudah memiliki beberapa list terkait lembaga akreditasi yang dinilai sudah sesuai dengan standar dan sudah dijadikan patokan dalam mencari lembaga akreditasi internasional di Indonesia. Diharapkan dengan adanya upaya-upaya ini akan banyak program studi yang mencapai akreditasi internasional. (Sil)

Leave a Reply

Your email address will not be published.