Unisma Selenggarakan Sholat Ghoib untuk K.H Maimun Zubair

Infokampus.news- Berita duka kembali dirasakan segenap masyarakat Indonesia, khususnya umat muslim. K.H Maimun Zubair  yang merupakan salah satu ulama besar Indonesia, hari ini, selasa 6 Agustus 2019 meninggal dunia di Makkah.

Dr. Ir. Hj. Istirochah Pujiwati, M.P. selaku Wakil Rektor IV (Bidang Kelembagaan, Publikasi, dan Teknologi Informasi) menuturkan bahwa Universitas Islam Malang (Unisma) sebagai salah satu perguruan tinggi NU dan sebagai santri dari K.H Maimun Zubair berikan penghormatan terakhir dengan menyelenggarakan sholat ghoib siang tadi yang bertepatan dengan waktu sholat dzuhur. Sholat ghoib ini diikuti oleh segenap civitas akademika Unisma dan masyarakat sekitar yang biasa melaksanakan ibadah di Masjid Ainul Yaqin, Unisma.

Ulama yang akrab disapa Mbah Moen ini adalah salah satu anggota dari Ahlul Hall wal Aqdi (Ahwa) pada Muktamar ke-33 NU di Jombang tahun 2015 lalu. Mbah Moen sendiri lahir di Rembang, Jawa Tengah, 28 Oktober 1928 lalu. Genap di usia 90 tahun, Mbah Moen menghembuskan napas terakhirnya pukul 04.17 waktu setempat, disela ibadah haji yang sedang ia tunaikan.

Baca Juga :  Video Perdamaian UNISMA Raih Rekor MURI

Berikut beberapa pesan yang sempai Mbah Moen sampaikan:

  1. Jika engkau melihat seekor semut terpeleset dan jatuh di air, maka angkat dan tolonglah… Barangkali itu menjadi penyebab ampunan bagimu di akhirat.
  2. Jika engkau menjumpai batu kecil di jalan yang bisa menggangu jalannya kaum muslimin, maka singkirkanlah, barangkali itu menjadi penyebab dimudahkannya jalanmu menuju surga.
  3. Jika engkau menjumpai anak ayam terpisah dari induknya, maka ambil dan susulkan ia dengan induknya, semoga itu menjadi penyebab Allah mengumpulkan dirimu dan keluargamu di surga.
  4. Jika engkau melihat orang tua membutuhkan tumpangan, maka antarkanlah ia… Barangkali itu mejadi sebab kelapangan rezekimu di dunia.
  5. Jika engkau bukanlah seorang yang mengusai banyak ilmu agama, maka ajarkanlah alif ba’ ta’ kepada anak-anakmu, setidaknya itu menjadi amal jariyah untukmu yang tak akan terputus pahalanya meski engkau berada di alam kuburmu.
  6. Jika engkau tidak bisa berbuat kebaikan sama sekali maka tahanlah tangan dan lisanmu dari menyakiti, setidaknya Itu menjadi sedekah untuk dirimu. (Sil)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *