Universitas Brawijaya Kukuhkan Dua Guru Besar Dalam Bidang Ilmu Hukum dan Peternakan

Infokampus.news, Malang – Dua guru besar kemabili di kukuhkan oleh Universitas Brawijaya (UB), Rabu (27/9/2017). Kali ini, UB mengukuhkandua guru besar dalam bidang Ilmu Hukum Perburuhan dan Ketenagaraan dan juga dari bidang peternakan yaitu Prof. Abdul Rachmad Budiono dan Prof. Lilik Eka Radiati. Prof. Abdul Rachmad Budiono sendiri tercatat menjadi guru besar ke 136 di UB dan juga guru besar ke 14 dari Fakultas Hukum UB. Sementara itu, Prof Lilik Eka Radiati menjadi guru besar Fakultas Perternakan yang ke- 16 dan ke- 137 di UB.

Prof. Abdul Sampaikan Solusi Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial di Indonesia

Dalam pidato pengukuhannya di depan rektor, Prof Abdul Rachmad menjelaskan disertasinya yang berjudul Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial di Indonesia. Pro. Abdul menyampaikan bahwa lebih dari 89 persen pekerja mengalami kekalahan pada saat pembuktiaan di pengadilan. Bukan tanpa sebab, Kekalahan disebabkan karena tidak adanya pembuktiaan pekerja pada saat berselisih melawan pengusaha di pengadilan.

“Jika penjual dan pembeli di pasar berselisih maka masing-masing pihak bisa membawa bukti. Sebaliknya, jika pekerja dan pengusaha berselisih ketika ada permasalahan diantara keduanya,  maka pekerja akan kesulitan membuktikan,” Ungkap Prof Rachmad seperti dilansir dalam laman UB.

Lebih lanjut, Prof Abdul menjelaskan, untuk mengatasi ketidakseimbangan tersebut, saat ini legislator sedang memperjuangkan beban pembuktiaan hingga ke Mahkamah Konstitusi. Dikatakan oleh Prof Rachmad kecilnya power yang dimiliki oleh pekerja membuat banyak pekerja tidak bisa menunjukkan alat bukti.

“Bukan karena dari perkaranya yang kalah tapi karena mereka tidak bisa menunjukkan alat bukti di pengadilan,”Pungkasnya.

Oleh karena itu, kedepan harus diperbaiki beban pembuktiannya. Selama ini di Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) beban perkaranya disamakan artinya siapa yang bisa membuktikan dalil-dalilnya di pengadilan dialah yang menang. Selain itu, Rachmad juga menyarankan agar setiap buruh mendapatkan kesempatan pendidikan. Dalam hal ini jika buruh merasa kesulitan financial untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, maka pemerintah berperan untuk mendidik mereka.

Prof Lilik Jelaskan Pentingnya Praktik Penanganan Susu Segar Yang Baik 

Sementara itu, Dalam pidato pengukuhan Prof Lilik, dirinya menjelaskan bahwa selama ini masih banyak penanganan susu segar yang kurang tepat sehingga menyebabkan terkontaminasinya susu segar. Padahal jika didalami lebih lanjut, susu sendiri adalah bahan pangan yang murni, higienis dan bergizi tinggi. Beberapa kesalahan penanganan terutama terjadi pada saat susu keluar dari ambing setelah pemerahan. Kandungan mikroba pada susu segar dikarenakan terjadi kontaminasi oleh mikroba yang berasal dari beberapa sumber pencemaran.

Dikatakan oleh Lilik, sumber pencemaran mikroba pada susu berasal dari lingkungan yaitu : 8 persen pemerah, 37 persen air baik untuk minum, mencuci peralatan, memandikan ternak dan membersihkan kandang, 13 persen lingkungan (kandang udara dan sekitarnya), dan 42 persen alat pemerah diantaranya adalah tempat pemerahan susu (mesin, kain saring, dan milk can), 35 persen ternak yang sakit pada umumnya ternak mastitis, dan 65 persen permukaan luar ambing.

Oleh karena itu, Guna mengantisipasi terjadinya pencemaran Mikroba, perlu dilakukannya sebuah praktik penanganan susu segar yang baik sehingga dapat meningkatkan mutu mikrobiologis sesuai standar nasional.

Beberapa upaya yang bisa dilakukan, adalah mengurangi risiko kontaminasi mikroba pada puting dan salurannya dengan cara mencelipkan puting ke dalam senyawa antimikroba. Selain itu perlu disediakannya peternakan dengan fasilitas biogas yang menunjukkan ketersediaan energi, sehingga peternak leboh efisien dalam menyediakan air panas untuk membersihkan ambing dan peralatan. (uch/Oky).

 

Sumber : Humas UB

Berita Terkait

ADV-728_x_90

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hebat, Dosen IPB Inovasikan Obat untuk Luka Bakar dan Telur Antidiare dari Bakteri

Infokampus.news - ternyata Bakteriofage tersebut dapat digunakan sebagai obat luka bakar, Lewat Bakteriofage Semprot

Close