Universitas Brawijaya Mengukuhkan Dua Guru Besar

INFOKAMPUS.NEWSUniversitas Brawijaya (UB) mengukuhkan dua guru besar, Rabu (4/9). Keduanya yakni Prof. Dr. Ir. Gatot Ciptadi, DESS., guru besar bidang ilmu pemuliaan ternak dan Prof. Dr. dr. Nurdiana, M.Kes., guru besar bidang ilmu kedokteran dasar dan biomedis. Gatot merupakan guru besar ke-18 di Fakultas Peternakan dan ke-234 di UB. Sementara Nurdiana merupakan guru besar ke-32 di Fakultas Kedokteran dan ke-235 di UB.

Dalam pidatonya, Gatot menyatakan perkembangan bioteknologi seluler dan molekuler saat ini sudah mengalami kemajuan pesat. Dalam nitrogen cair -196°C, sel beku (spermatozoa)  bisa disimpan bertahun-tahun dan dicairkan kembali sehingga kembali ke fungsi sel hidup secara normal. Di samping itu, sel tubuh atau sel somatis juga bisa disimpan beku dalam waktu tidak terbatas. Sel ini bisa digunakan sebagai sel donor yang sempurna untuk menghasilkan kelahiran ternak kloning  tanpa pembuahan sel oosit oleh sel spermatozoa.

UB mengukuhkan dua guru besar di Gedung Widyaloka. Pada pengukuhan tersebut, Gatot menyampaikan pidato bertema “Peran Strategis Bank Sel Gamet dalam Upaya Konservasi dan Komersialisasi Sumber Daya Genetik Ternak Lokal Unggul Indonesia.” Sementara, “Apakah Fitoestrogen Bermanfaat bagi Kesehatan?” menjadi judul pidato yang dibawakan Nurdiana.

Baca Juga :  6 Cara Unik Berdonasi Tanpa Uang, Kumpulkan Barang ini Yuk!

Riset Gatot ini dilakukan lantaran konservasi plasma nutfah Indonesia terhitung sudah langka. “Untuk itu, penelitian dan pengembangan pembekuan sel untuk merealisasikan spermatozoa dan oosit serta embrio dan sel somatis dari bangsa ruminansia perlu terus dilakukan. Berbagai uji coba terus dilakukan terutama pada ternak lokal,” papar Gatot dalam pidatonya.

Sementara itu, metode pengobatan alternatif herbal yang lebih banyak dipilih masyarakat menjadi dasar penelitian Nurdiana mengenai fitoestrogen. Fitoestrogen merupakan senyawa yang berasal dari tumbuh-tumbuhan, terutama dari produk polong-polongan, gandum, kacang-kacangan, buah-buahan, dan sayur-sayuran. Meskipun fitoestrogen memiliki efek terapi pada kondisi kesehatan tertentu, bukti-bukti klinis ilmiah yang kuat belum konsisten.

Mengukuhkan Dua Guru Besar
Prof. Dr. Ir. Gatot Ciptadi, DESS. usai dikukuhkan sebagai guru besar. Foto: istimewa

“Ternyata, penelitian efek fitoestrogen menunjukkan hasil pro dan kontra terhadap penyakit yang diderita,” kata Nurdiana dalam pidatonya.

Efek yang menguntungkan antara lain tampak pada obesitas, sindroma metabolik, dan diabetes tipe 2 yang menunjukkan perbaikan resistensi insulin. Sedangkan efek merugikan antara lain tampak pada gangguan fungsi sistem reproduksi hewan tikus wistar. (ich)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *