Universitas PGRI Yogyakarta Belajar Pendidikan Multikultural dan Pusat Pelayanan Konseling di Unikama

Infokampus.news, Malang – Universitas Kanjuruhan Malang (Unikama) kembali mendapatkan kunjungan dari Universitas PGRI Yogyakarta (UPY). Ini merupakan kali kedua Unikama menjadi tujuan kunjungan 104 mahasiswa UPY. Bertempat di Auditorium Multikultural, kunjungan kali ini (19/3) tidak hanya memamerkan produk hasil karya mahasiswa prodi Bimbingan dan Konseling (BK) saja, melainkan juga diadakan kuliah umum.

Dengan tajuk “Memahami pendidikan multibudaya dalam perspektif Bimbingan dan Konseling,” kegiatan kuliah umum ini dihadiri langsung oleh Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan, Wakil Dekan. Ketua Prodi Bimbingan dan Konseling, dosen serta mahasiswa Bimbingan dan Konseling baik dari Unikama maupun UPY.

“Saya ucapkan selamat datang kepada rombongan Universitas PGRI Yogyakarta, Prodi Bimbingan dan Konseling ini mempunyai visi dan misi serta tujuan selalu mengoperasikan di tingkat fakultas, visinya adalah menjadi fakultas unggul di tahun 2025. Prodi Bimbingan dan Konseling unggul di bidang pembelajaran. Karena Prodi ini sangat besar peranannya dalam konteks pendidikan, meskipun sesungguhnya belajar tidak hanya bersentuhan dengan aspek fisik tetapi juga aspek psikis,” tutur Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan Drs. Tri Wahyudianto, M.Pd.

Baca Juga :  Perdana, Indonesia Green Growth and Sustainability Expo 2019 Digelar Meriah di Graha Cakrawala

Tahun lalu UPY datang mengunjungi Unikama hanya hanya melihat produk yang dihasilkan oleh mahasiswa Unikama. Namun kali ini diadakan juga kuliah umum dengan tema “Pendidikan Multikultural,” ungkap ketua Prodi Bimbingan dan Konseling Unikama Leny Latifah, M.Pd.

Dalam kegiatan kuliah umum ini diberikan materi kesadaran memahami budaya orang lain, karena sebagai konselor akan menghadapi berbagai macam konseling. Konseling ini hadir dengan segala persoalan, terlepas dari latar belakang budaya yang berbeda. Bagaimana melatih mereka untuk mempunyai sikap yang pantas ketika bertemu dengan orang yang berbeda latar belakang dan budaya.

Open minded terhadap segala, misalnya orang Madura wataknya keras. Padahal tidak semua yang dikatakan itu betul, yang paling benar ketemu dulu, ngobrol, barulah konselor bisa memahami karakter. Selain itu, penerimaan tanpa syarat dan jangan ada embel-embel, misalnya karena saya dari jawa dan konseli dari jawa karena kita satu jawa kita saudara, bukan seperti itu, kita harus bersikap netral,” tukas Leny lebih lanjut.

Baca Juga :  Deg-Degan! Menteri Keuangan jadi Penguji Skripsi Mahasiswa UI

Leny menambahkan, tujuan diadakannya kegiatan ini untuk meningkatkan pengetahuan dan wawasan budaya antara konselor dan konseli. Kedepannya adanya tingkat kompetensi dan sumber daya manusia di masa mendatang.

“Bimbingan dan Konseling kali ini banyak diminati masyarakat karena itu banyak sekali perguruan tinggi membuka prodi Bimbingan dan Konseling. selain itu, profil lulusan yang utama adalah guru BK di berbagai jenjang pendidikan, trainer dalam bidang pendidikan dan sosial serta sebagai peneliti muda,” tambahnya.

Sementara itu, ketua Prodi Bimbingan dan Konseling UPY, Eko Perianto, M.Si menyampaikan antusiasme dalam kegiatan ini. “Kami memilih Unikama sebagai kunjungan mahasiswa UPY selain satu rumah PGRI dan seperjuangan berbasis swasta. UPY ingin belajar mengenai kampus multikultural yang ada di Unikama. Selain itu, Unikama memiliki pusat pelayanan yang dapat dijadikan model bagi Pusat Pelayanan Konseling UPY kedepannya”.

Harapan kedepannya dari Unikama maupun UPY tidak hanya kerjasama dalam kegiatan ini saja, tapi ada kerjasama di bidang penelitian untuk memajukan prodi BK. Salah satunya pertukaran dosen, studi exchange atau mungkin dibidang penelitian. Jurnal nasional reviewer dilihat minimal dari 2 lembaga, UPY dan Unikama sudah ada, semoga kedepannya cepat terlaksana, harapnya. (Jul)

ADV-728_x_90

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *