Manfaatkan Cangkang Telur dan Sekam Padi, Mahasiswa Unpad Ciptakan Inovasi Ramah Lingkungan

INFOKAMPUS.NEWS – Jika selama ini sebagian orang menganggap bahwa cangkang telur dan sekam padi adalah limbah yang tidak berguna, maka lain halnya dengan tiga mahasiswa Program Studi Kimia Universitas Padjadjaran (Unpad) berikut ini. Bersama-sama, Hendri Setiawan, Umi Faoziyah Anindi, dan Dedek Yusuf Pulungan, berhasil mengolah limbah tidak berguna tersebut menjadi produk yang tak hanya ramah lingkungan, namun juga bisa menyelamatkan lingkungan dari kontaminasi limbah lain. Di bawah arahan dosen pembimbing Atiek Rostika Noviyanti, mereka mengembankan campuran atau komposit dari limbah cangkang telur dan sekam padi sebagai adsorben limbah cair khususnya tembaga dan metilen biru.

Adsorben tersebut adalah zat padat yang dapat menyerap fluida dalam proses penyerapan atau yang bisa juga disebut adsorpsi. Hendri, Umi, dan Dedek melakukan penelitiannya untuk mendapatkan komposit hidroksiapatit-biochar dari limbah cangkang telur ayam dan sekam padi, serta kemampuan adsorpsinya terhadap polutan anorganiik (Cu (II(=)) dan polutan organik metilen biru.

“Cangkang telur yang kami peroleh dari sekitar Jatinangor akan kami ubah menjadi hidroksiapatit. Sementara sekam padi nantinya hanya kami olah menjadi arangnya. Proses ini lebih mudah dan murah dibandingkan mengolahnya menjadi karbon aktif,” ujar anggota tercantik dalam kelompok ini.

Dengan judul “Komposit Biomaterial Hidroksiapatit-biochar dari Cangkang Telur Ayam dan Sekam Padi Sebagai Adsorben Limbah Cair”, mereka berhasil mendapatkan pendanaan dari Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) dalam Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) kategori Penelitian Eksakta.

Dari hasil penelitian tersebut, terbukti komposit yang dikembangkan mampu melakukan adsorpsi sampel metilen biru sebesar 85 persen dan sampel tembaga 90 persen. Alasan utama mereka memilih metode adsorpsi ini adalah efektivitas serta efisiensinya dalam menangani limbah.

“Pemilihan adsorben haruslah murah dan memiliki nilai guna lainnya,” papar Umi. Dia juga menjelaskan, logam tembaga banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari baik untuk aktivitas pribadi maupun aktivitas industri. Hal-hal tersebut lah yang paling banyak menyebabkan logam tersebut terbuang sia-sia ke saluran yang tidak seharusnya (seperti sungai) dan mencemari air bersih. Terlebih, dalam takaran tertentu, limbah tembaga tersebut bisa menjadi pemicu sirosis hati pada manusia.

Ketua tim PKM, Hendri, berharap agar komposit dari cangkang telur dan sekam padi ini bisa menjadi adsorben yang ekonomis, efisien, dan efektif dalam proses remediasi pencemar dari air. (him)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *