UWG Malang Buat Alat Baru Untuk Permudah Pengrajin Sangkar Burung

Infokampus.news, MalangSaat ini para penghobi burung sudah sangat menjamur, tidak hanya orang dewasa baik remaja maupun anak-anak juga sudah banyak yang memelihara burung untuk berbagai kebutuhan. Bisa untuk ternak maupun hanya untuk dipelihara, itu membuat meningkatnya permintaan sangkar burung dipasaran. Masyarakat Desa Toyomarto Kecamatan Singosari Kabupaten Malang mengakui sulitnya proses pembelahan kayu dan pemecahan serta penyerutan bambu menjadi jeruji-jeruji yang harus dikerjakan secara teliti dan satu persatu membuat kurangnya efisiensi waktu pengerjaan.

Fachrudin, anggota pelaksana yang juga adalah Dekan Fakultas Teknik UWG bersama Faqih, ST, MT, selaku dosen Fakultas Teknik UWG Malang dan Ir. Ngudi Tjahjono, MSc, menggandeng mitra pengrajin sangkar burung “Karya Mandiri” dan “Lancar” untuk kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang didanai oleh Kemenristek Dikti didaerah tersebut. Dengan membuat rekayasa alat pembelah kayu dan penyerut bambu untuk proses yang lebih mudah dan efisien. Membuat alat yang lebih modern tentunya menjadi jawaban atas kendala yang ada, jika sebelumnya menggunakan gergaji tangan dapat diganti menggunakan meja kerja dengan gergaji yang digerakkan dengan motor listrik dan alat penyerut bambu yang juga digerakkan dengan motor listrik.

Alat Modern Permudah Industri Sangkar Burung

“Dengan teknologi ini, ketebalan kayu dapat diatur dan hasil belahan lebih lurus dan halus,” jelas Juanda, pemilik “Karya Mandiri”.

“Tangan tidak capek lagi,” tambahnya.

“Alat penyerut bambu hasil rekayasa ini membuat proses produksi menjadi lebih ringan dan cepat dengan hasil yang meningkat secara kuantitas dan kualitas,” pungkas Riyanto, pemilik “Lancar”.

“Sebelumnya kami hanya bisa memproduksi maksimal 20 sangkar dalam satu bulan. Dengan mesin ini, kami mampu membuat 40–50 sangkar per bulan dengan hasil yang jauh lebih halus,” imbuhnya.

“Saya harap alat bantuan ini dapat dirawat dengan baik dan bersama-sama dengan pelaku industri sangkar burung yang lain ke depannya mampu memodifikasi alat ini sehingga dapat disebarluaskan dengan biaya yang jauh lebih ringan,” ungkap Fachrudin. (has)

Berita Terkait

ADV-728_x_90

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jalin Kerjasama dan Transfer Teknologi, FMIPA UM Gelar Seminar Internasional

Pagi ini (29/8) FMIPA UM gelar International Conference of Mathematics and Science Education bertajuk "Inovasi Matematika Sains and Teknologi untuk

Close