Viral ‘Doktor Psikologi’, Berikut Perbedaan Psikolog dan Psikiater

INFOKAMPUS.NEWS – Belakangan ini sosial sedang ramai memperdebatkan lisensi psikolog seorang doktor. Kalian perlu tahu perbedaan psikolog dan psikiater, apa Saja?

Dilansir melalui Psychology Today, Psikiater dna psikolog sama-sama terlibat dalam terapi. namun untuk lebih jelasnya, mari simak perbedaan berikut ini :

Kita mulai dulu dari Psikiater. Psikiater menempuh pendidikan sekolah kedokteran yang sama dengan dokter medis seperti dokter penyakit dalam atau dokter anak, karena itu mereka memegang gelar doktor kedokteran. Sebagai Psikiater, mempelajari smeua sistem dan fungsi dalam tubuh manusia, riwayat dan keterampilan pemeriksaan fisik dan rencana perawatan khusus untuk setiap kondisi medis.

Setelah selesai sekolah, psikiater akan menjalani pelatihan residensi 4 tahun untuk mengambil spesialisasi dalm psikiatri. Mereka akan belajar mengenai diagnosisi dan modalitas pengobatan setiap kondisi psikologi, seperti bipolar dan skizofrenia.

Psikiater mendiagnosis gangguan kesehatan mental secara klinis menggunakan kriteria dari Manual Diagnostik dan Statistik American Psychiatric Association of Mental Disorders , Fifth Edition (DSM-5), memanfaatkan hasil pengujian psikologis , pemindaian tomografi terkomputerisasi (CT) dan pengujian kimia klinis.

Baca Juga :  10 Istilah Perkuliahan yang Wajib Diketahui oleh Para Maba!

Psikiater juga bertanggung jawab untuk mendiagnosis gangguan mental dan mengelola obat-obatan, karena keahlian mereka berfokus pada ketidakseimbangan kimiawi di otak. Pasien sering dirujuk ke psikiater oleh dokter perawatan primer mereka atau oleh psikolog untuk memastikan bahwa mereka menggunakan obat yang tepat dan dosis yang tepat.

Sedangkan Psikolog,  tidak termasuk kedokteran seperti psikiater. melainkan mereka masuk sekolah pascasarjana dan mendapatkan gelar doktor, seperti Doctor of Philosophy (Ph.D.) atau Doctor of Psychology (Psy.D.) Psikolog dapat menggunakan kriteria DSM untuk mendiagnosis, tetapi mereka tidak dilatih dalam prinsip medis umum.

Sebaliknya, mereka bisa menggunakan pengujian psikologis, seperti Inventory Personality Multiphasic Minnesota (MMPI). Psikolog adalah ahli dalam memberikan terapi psikososial dan berkonsentrasi pada pikiran dan emosi pasien. (Edt)

Leave a Reply

Your email address will not be published.