Viral! Skripsi 3.045 Halaman Ini Dinilai Layak Untuk Dipajang

Infokampus.news – Muharom Gani Irwanda, Mahasiswa Institut Sepuluh November, menjadi viral karena skripsi yang selesai dikerjakannya setebal 3.045 halaman. Bukan karena ketebalan, namun esensi kepenulisan dari skripsinya inilah yang dinilai layak untuk dipajang.

Rata-rata skripsi yang dikerjakan mahasiwa sekitar 80-150 halaman. Berbeda dengan kebanyakan orang, Muharom Gani berhasil menyelesaikan skripsinya dengan ketebalan mencapai 3.045 halaman. Karena skripsinya inilah Mahasiswa dari Departemen Teknik Insfrastruktur Sipil ini mendapat predikat mahasiswa dengan skripi paling tebal di ITS.

Penilaian dari skripsi ini bukan didasarkan atas banyak atau sedikinya halaman, namun berdasarkan dari esensi tulisan skripsi itu sendiri. Apabila skripsi tersebut dinilai baik dan layak maka dapat dipajang di perpustakaan sehingga dapat menjadi acuan bagi peneliti lain. Dalam hal ini skripsi dari Muhrom Gani mendapatkan nilai yang bagus dan diangap layak untuk dipajang di perpustakaan ITS.

Nilai yang dihasilkan dari sidang Tugas Akhir atau pendadaran ini diketahui menajadi penentu dipajang atau tidaknya skripsi di perpustakaan. Kemudian, petugas dari perpustakaan ITS akan mengecek apakah skripsi mahasiswa tersebut sudah memenuhi syarat untuk dipajang di perpustakaan atau tidak.

Baca Juga :  Dr. Karlina Supelli, M.Sc memberi Kuliah Umum bertema Pancasila dan Teknologi di Unika Widya Karya Malang

Skripsi 3.045 halaman yang dikerjan Muharom Gani ini membahas mengenai metode konstruksi untuk gedung 11 lantai dan dikerjakan hanya dalam waktu 3 minggu saja setelah kegiatan magangnya selesai.

Skripsi yang berjudul “Penjadwalan Waktu Pelaksanaan dan Rencana Anggaran Biaya Pelaksanaan Proyek Pembangunan Denver Apartemen, Kompleks Citraland CBD-Kota Surabaya.” Ini terdiri dari 152 halaman untuk bab 1 sampai bab 3, 2.740 halaman untuk bab 4, dan 152 halaman untuk lampiran. Dalam skripsi ini membahas 11 perhitungan volume, kapasitas produksi dan tenaga kerja, jumlah alat, durasi hingga estimasi harga yan berbeda.

Mahrom Gani menceritakan bahwa proses pengerjaan skripsinya ini dibantu oleh sepupunya. Pada awalnya Mahrom Gani mengusulkan kepada dosen pembimbingnya untuk menyelesaikan tugas akhir untuk gedung  37 lantai. Namun, menurut dosen pembimbingnya, Gani akan mengalami kesulitan dalam pengerjaannya. Karena hal itulah Mahrom Gani memilih gedung 11 lantai untuk diselesaikan di tugas akhirnya. (Sil)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *