Wow 13 Tahun Tinggalkan Dunia Pendidikan, I Gusti Agung Komang Yulia Dewi Bisa Jadi Wisudawan Terbaik UNAIR

Infokampus.news – Menjadi seorang sarjana adalah perjuangan bagi setiap mahasiswa tingkat akhir, banyaknya tantangan dan hambatan sudah pasti dialami oleh semua mahasiswa yang telah merampungkan masa studi S-1nya. Beberapa orang berpendapat jika menjadi sarjana S-1 saja sudah cukup, namun nyatanya mengenyam pendidikan tidak ada batasannya.

Sebelumnya I Gusti Agung Komang Yulia Dewi sudah menjadi sarjana dari Fakultas Psikologi Universitas Airlangga pada tahun 2001 lalu. Setelah tidak menggeluti dunia kampus selama 13 tahun, I Gusti Agung Komang Yulia Dewi kembali menempuh studi Magister di Fakultas Psikologi Universitas Airlangga dan berhasil lulus sebagai wisudawan terbaik dengan IPK 3.80. Ia mengaku saat awal perkuliahan cukup mengalami kesulitan, butuh penyesuaian dari kondisi kerja.

13 tahun adalah rentan waktu yang cukup lama, I Gusti Agung Komang Yulia Dewi menyibukkan diri dengan berbagai profesi mulai Sales Manager PT General Electric Finance Indonesia Surabaya Branch (2000-2008), Manager Visa PT Bali Mode Indonesia Sanur (2009-2011), Business Development Manager PT Bali Mode Indonesia Sanur (2011-2012), serta Chief of Business Relation & Academic Support Sekolah HighScope Indonesia Bali (2012-2014).

Tidak Ada Batasan di Dunia Pendidikan, Hanya Perlu Kerja Keras

“Saya lulus S-1 tahun 2001 tapi Universitas Airlangga belum punya program profesi. Nah, di tahun 2000 saya mendapatkan student program dari GE Money, jadi saya keasyikan kerja. Saya menunggu di Udayana (program profesi, -red) tapi belum buka. Akhirnya saya kembali ke Universitas Airlangga,” ujarnya.

“Ada kejadian yang tak terlupakan yaitu awal kuliah pada masa matrikulasi. Di akhir masa matrikulasi ada ujian. Nah, saya butuh tiga kali ujian agar bisa pas skor 65. Ujian pertama gagal. Besoknya ujian lagi, eh gagal lagi. Pas ujian ketiga, kesempatan terakhir, saya baru berhasil,” pungkasnya.

“Saya mengajukan permohonan ke hampir sepuluh hotel, sampai akhirnya Hotel Grand Inna Surabaya mau menerima saya untuk kerja praktik. Mereka menolak dengan berbagai alasan, seperti ada kerahasiaan data karyawan, posisi magang sudah terisi mahasiswa lain, dsb,” katanya.

Sebuah pencapaian dan perjuangan yang luar biasa, I Gusti Agung Komang Yulia Dewi membuktikan jika pendidikan tidak memiliki batas usia, waktu dan keadaan. Poin terpenting adalah niat dan kemauan, segala target dan kesulitan akan bisa dicapai hanya dengan kerja keras. (has)

Sumber : http://news.unair.ac.id/

Berita Terkait

ADV-728_x_90

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Debat Panas di Bedah Methodology and Research Practice in Southeast Asian Studies, Mana Metodologi Yang Tepat Untuk Asia Tenggara?

Buku merupakan jendela ilmu yang sudah tidak bisa dipungkiri lagi manfaatnya, hanya dengan membaca seseorang bisa mendapatkan banyak sekali

Close