Wow, Mahasiswa UB Buat Alat Penunjuk Waktu Tradisonal Ala Budaya Kalimantan Timur!

Infokampus.news, Malang – Inovasi yang unik dan mempunyai manfaat memang salah satu hal yang dibutuhkan dalam karya mahasiswa saat ini. Berdasarkan hal tersebut, mahasiswa aristektur angkatan 2016 Universitas Brawijaya (UB) mencoba memaerkan hasil karya arsitektur mereka tentang kearifan budaya di Indonesia. Sebanyak lebih dari 30 Karya arsitektur di pamerkan di acara Cita Nusantara (CITRA) 2017
Salah satu karya arsitektur yang banyak menarik perhatian pengunjung adalah sebuah alat penunjuk waktu yang dirakit dengan konsep tradisional oleh para mahasiswa arsitektur UB. Sebuah karya 3 dimensi yang biasa di sebut sculpture ini sendiri terinspirasi dari tenun dayak ulap doyo.
Menurut salah satu tim pembuat karya sculputurr tersebut, Bunga Shafira mengatakan bahwa sclupture tersebut bisa berfungsi ddngan baik dalam menunjukan waktu layaknya jam. Selain itu jam tradisional tersebut biasa diletakkan didalam rumah maupun tempat publik karena desainnyabyang menarik dan juga mempunyai fungsi yang bermanfaat.
“jadi nanti cara kerjanya semua ini bergerak mengikuti arah jarum jam. Tetapi model yang kami buat masih digerakan secara manual, mungkin nanti bisa dikembangkan menggunakan, baterai atau energi lainnya,” Ungkap mahasiswi arsitektur UB tersebut.

Konsep Yang Unik Ssrta Fungsi Yang Bermanfaat, Kunci Karya Akan Diminati Masyarakat

Karya mahasiswa tersebut diminati oleh banyak pengunjung dikarenakan oleh cara kerja yang baik dibaluti oleh konsep yang unik dan menarik perhatian. Hal tersebut diakui oleh salah satu pengunjung, Ibrahim Putra. Menurutnya konsep yang di tuangkan oleh teman teman pembuat jam tradisional tersebut sangatlah unik dan bisa diminati banyak orang.
“Konsepnyabjuga membawa rasa tradisonal juga, untuk itu pasti sayarasa banyak yang meminati kalo memang di komersialkan. Sebetulnya saat ini orang orang memang lebih suka suatu konsep budaya yang di inovasikan dengan sentuhan modern,” Ungkap mahasiswa teknik kima 2016 tersebut.
Selain jam tradisional tadi, masih banyak karya mahasiswa yang patut dilihat dan didalami. Hal tersebut membuktikan kreatifitas dan inovasi mahasiswa dalam mengembangkan kearifan lokal yang ada di indonesia sangatlah baik dan bisa membuat karifan lokal mampu muncul kembali. (uch)

Berita Terkait

ADV-728_x_90

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Cara Kampus Kenalkan Ilmu Geografi kepada Siswa

UGM memiliki cara tersendiri untuk memperkenalkan berbagai ilmu kepada para siswa, salah satunya tentang ilmu geografi.

Close