Yuk Intip LignoFlava, Alternatif Vanila Dari Limbah Pertanian Temuan Mahasiswa UB!

Infokampus.news, Malang – Empat Mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) berhasil menemukan bahan alternatif dari vanilin yang diperoleh dari lmbah pertanian seperti serabut kelapa, jerami, dan Kulit Kakao. Keempat mahasiswa Dakultas Teknologi Pertanian (FTP) UB ini diantaranya bernama Elyda Amelia Noor, Himawan Auladana, Rizki Septian, dan Rulyawan Ediwasito ini berhasil menemukan inovasi tersebut didasari oleh harga Vanilia sebagai tumbuhan penghasil vanilin saat ini makin mahal di pasaran. Keempat Mahasiswa ini beserta Irnia Nurika, STP , MTP selaku dosen Pembimbing mereka dalam penelitian ini berhasil menemukan bahan alternatif pengganti Vanila Sintesis. Keempat mahasiswa pun sepakat  ymrnsmsi Vanilin Alami mereka dengan nama LignoFLava.

“Lignoflava itu sendiri merupakan alternatif dari Vanila Pod. Vanila sendiri memang banayk digunakan sebagai zat tambahan panganan yang banyak digunakan. Selain karena memang kebutuhannya tinggi, harga tumbuhan Vanilanya juga memang mahal. sehingga bila kita temui dipasaran, yang banyak beredar itu vanila sintetis,” Paparnya.

LignoFlava Dijamin  Aman dan Ramah Lingkungan

Lignoflava sendiri berhasil dihasilkan melalui senyawa lignin yang didapat setelah jamur Serpula Lacrymans berfermentasi dengan komposisi 20 persen dari berat bahan. Jamur ini sendiri diakui Ruli dapat memecah kandungan lignocelusosa pada serabut kelapa, Cangkang Kokoa, dan Jerami.

“Lignin hasil pemecahan tadi nantinya akan berubah menjadi Vanilin. Pemilihan serabut kelapa sendiri didasari oleh fakta negara Indonesia sebagai negara penghasil kelapa terbesar di dunia,” Ungkapnya.

Keempat mahasisa UB ini juga percaya, bahwa Lignoflava merupakan produk vanilin yang ramah lingkungan dan tidak berdampak pada kesehatan. “Kami percaya Lignoflava merupakan terobosan terbaru dari zat tambahan pangan yangdapat meningkatkan rasa tanpa mengancam kesehatan,” Ujar Ruli.

Tim LignoFlava UB Bawa Nama Indonesia Di Kompetisi Pangan Berskala Internasional

Berkat penemuan ini juga Keempat mahasiswa UB ini akan mewakili dan membawa nama Indonesia di ajang kompetisi Thought For Food 2017 yang diselenggaakan di Amsterdam, Belanda. Thought For Food sendiri merupakan kompesisi yang berfokus tentang pangan dengan taraf kompetisi berskala interanasional.

“Dalam kompeisi ini, Tom LignoFlava menjadi satu-satunya delegasi dari Indonesia dan akan bersaing ketat dengan 9 delegasi lain dari berbagai negara seperti, Kolombia, Perancis, Inggris, Malaysia, Amerika Serikat, Uganda, dan India,” Papar perwakilan tim, Rizki Septian. (uch)

 

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Ini Akreditasi Program Studi Universitas Brawijaya Terbaru 2017!

Sebelum Sobat FoKus melakukan pendaftaran di UB alangkah baiknya mengetahui akreditasi program studi Universitas Brawijaya terbaru 2017.

Close