Yuk Kita Intip Cara Himpsi beri Edukasi Pentingnya Atasi Anak Berkebutuhan Khusus di Sekolah

Infokampus.news, Malang – Semua anak wajib bersekolah termasuk anak berkebutuhan khusus (ABK). Pemerintah mendukung kehadiran mereka di sekolah. Bahkan ada undang – undang yang mengatur khusus mengenai keberadaan anak berkebutuhan khusus di sekolah. (Peraturan Pendidikan Nasional no 70 tahun 2009).
Namun di dalam pelaksanaannya tidak semudah apa yang dirancang. Banyak sekolah dan guru yang belum dibekali keterampilan untuk membantu keberadaan ABK di kelas dan sekolah. Maka dari itu Himpunan Psikologi (Himpsi) Malang mengadakan Workshop mengenai pentingnya atasi anak berkebutuhan khusus di sekolah.
Pelatihan ini dirancang dan dipersembahkan oleh Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) bersama dengan Universitas Merdeka Malang (Unmer) untuk membantu membekali guru dengan pengetahuan praktis mengenai bagaimana mengidentifikasi ABK di Sekolah mereka serta strategi penanganan praktis.
Kegiatan ini dilaksanakan kamis (2/3) 2019 mulai pukul jam 08.30 -13.00 WIB bertempat di PPI lt 3 Unmer. Ketua Bidang Kompetensi Himpsi Malang, Nawang Wulandari yang juga dosen Psikologi Unmer dalam sambutannya mengatakan bahwa guru pendamping khusus memiliki pedoman, pegangan dalam melakukan pendampingan khusus sehingga ABK dapat berkembang secara maksimal.
Hadir sebagai keynote speaker Walikota Batu Dra. Dewanti Rumpoko, M.Si yang sekaligus anggota Himpsi Malang dan  menjadi dosen Psikologi Unmer akan memberikan informasi peraturan perundang undangan betapa pentingnya pemerintah memperhatikan pendidikan dan penanganan khusus bagi ABK.
“Di kota batu tersedia SLB Negeri dari tingkat SD sampai SMA termasuk Balai Rehabilitasi ABK, kota Batu juga sudah menerima pegawai ABK sebagai pegawai bidang komputer, administrasi dan takmir masjid”Ungkapnya.
Selain itu materi strategi penanganan ABK  di uraikan oleh ahli ahli psikologi dari Himpsi Malang  Amalia Aziz Daeng Matadjo, S.Psi, M.Psi dan Jeanne Leonardo, S.Psi, MA/Mgr SEN yang selama ini mempunyai sepak terjang sebagai psikologi di dunia ABK.
“Dibutuhkan kearifan lokal memberikan masukan ide gagasan sebagai pendekatannya, sehingga bisa tercapai standar tetap untuk penerapan dan penanganan ABL hingga para pendidik tidak mengalami kesulitan, baik di awal proses identifikasi, proses penanganan hingga proses evaluasi ABK. selain itu dengan menerapkan strategi lain yakni bagaimana para guru, terapis, sampai orangtua ABK menerapkan model tindakan kelas misalnya saja membuat setting kelas, memaksimalkan satu abk satu guru, sekolah memodifikasi kurikulum, alat bantu belajar dan butuh kreatifitas pengembangannya ” Ungkapnya. (Jul)

Leave a Reply

Your email address will not be published.